Viral Tanah Warga Siak Korban Jalan Tol Dibayar Rp18 ribu Per Meter

redaksi
Viral Tanah Warga Siak Korban Jalan Tol Dibayar Rp18 ribu Per Meter

Tangkapan layar video di Facebook

Pekanbaru, katakabar.com - Kisah pilu dan tangisan Riana boru Nainggolan Lumban Raja, istri Suwitno Marbun Lumban Batu, saat eksekusi lahan untuk pembangunan Jalan Tol Pekanbaru-Dumai di Jalan Limbek Kampung Kecamatan Kandis digelar oleh Pengadilan Negeri (PN) Siak, Kamis (28/11) kemarin, ahirnya viral di media sosial.

Dari video viral, Riana tak berdaya melawan eksekusi lahan yang mendapat pengawalan 300 personel gabungan dari TNI/Polri, Pemkab Siak, PN Siak, Satpol PP dan PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI). Eksekusi lahan ini untuk pembebasan lahan sekitar 7000 meter proyek Tol Pekanbaru-Dumai.

Pembacaan eksekusi dilakukan oleh Panitera PN Siak dengan disaksikan pemilik lahan atau yang mewakili, pihak Pemerintah Kabupaten Siak, Polres Siak dan PT Hutama Karya Insfrastruktur (HKI).

PN Siak akhirnya mengeksekusi tanah milik Suwitno Lumban Batu seluas 25.092 meter, Maruba Lumban Raja seluas 966 meter dan Junter Pandiangan sebanyak 5.044 meter.

Dalam video diposting akun Facebook Senopati Kandis, saat sedang dibacakan keputusan eksekusi lahan, Riana selaku istri dari salah orang pemilik lahan, Suwitno Lumban Batu melakukan protes karena ganti rugi lahannya tak sesuai. Namun eksekusi tetap berlanjut.

"Saya tidak menuntut banyak. Apa yang di putuskan oleh Pengadilan Siak berikan hak saya. Tapi kenyataan pembohong," teriak Riana sambil menangis dikelilingi sejumlah Polwan.

Sebelumnya, wanita itu telah memenangkan gugatan di Pengadilan Negeri Siak dimana Majelis Hakim memerintahkan agar negara mengganti rugi tanahnya sebesar Rp150 ribu per meter. Namun, harapannya kandas di tingkat banding.

"Harapan saya kepada Bapak Jokowi, tolong perhatikan masyarakat Kandis ini Bapak Jokowi. Harga tanah di Kandis Kabupaten Siak ini lebih mahal tempe, lebih mahal bakso," keluhnya.

Sambil memegang botor air mineral, Riana pun menceritakan cara proses ganti rugi yang dilakukan oleh pihak pemerintah yang terkesan memaksa dan otoriter.

"Saya sudah melakukan segala upaya. Masyarakat tidak pernah diajak mufakat. Pihak mereka, pemerintah langsung menentukan harga. 'Tanah ibu sekian, bila tidak setuju ajukan kepada pengadilan', " kata Riana menirukan ucapan panitia ganti rugi.

Terpisah, Camat Kandis Irwan Kurniawan MM mengatakan, eksekusi lahan di wilayah Kecamatan Kandis kali ini seluas 3,1 hektare dengan tiga pemilik lahan.

"Eksekusi lahan dilakukan pihak PN Siak di lokasi Kampung Kandis dengan tiga orang pemilik lahan," jelasnya.

Sementara Kapolres Siak AKBP Dody Sanjaya mengatakan pihaknya diminta Pengadilan Negeri Siak untuk mengamankan jalannya kegiatan eksekusi. Padahal saat eksekusi, warga menangis dan menjerit-jerit.

"Alhamdulillah, berjalan dengan aman dan lancar tanpa kendala apapun. Eksekusi lahan ini adalah eksekusi damai," kata Dody.

Informasi yang diperoleh, ganti rugi pembebasan Jalan Tol ini dilakukan melibatkan Lembaga Penilai, Toto Suharto. (Sany)

 

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :

Terkait