Formasi Cuma 2.196, Pelamar CPNS Capai 41 Ribu Lebih di Kemendikbud

Formasi Cuma 2.196, Pelamar CPNS Capai 41 Ribu Lebih di Kemendikbud

Tercatat Total pelamar CPNS di Kemendikbud sudah mencapai 41 Ribu lebih Dua hari sebelum berakhir Bulan November 2019. Foto Ist.

Jakarta, katakabar.com - Dua hari sebelum berakhir Bulan November 2019, tercatat sebanyak 41.219 orang pelamar sudah mendaftar untuk ikut seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia. Formasi CPNS di Kementerian yang mengurusi pendidikan dan kebudayaan yang dipereburkan cuma sebanyak 2.196 tersebar di wilayah kerja Kementerian di seluruh Indonesia.

Dari total 41.219 pelamar, sebanyak 33.606 pelamar telah mendaftar CPNS Kemendikbud nonpendidikan tinggi memperebutkan 202 formasi. Sisanya,  total 7.613 pelamar  mendaftar di lingkup pendidikan tinggi memperebutkan 1.994 formasi.

Angka itu bisa jadi bakal bertambah hingga seminggu ke depan untuk formasi di lingkup pendidikan tinggi sejak bergabungnya kembali pendidikan tinggi ke Kemendikbud di era pemerintahan saat ini.

Kepala Bagian Perencanaan dan Pemetaan Kompetensi Biro Sumber Daya Manusia Kemendikbud, Hanjar Basuki mengatakan, tahapan saat ini masih proses verifikasi seleksi administrasi CPNS Kemendikbud. Sebanyak 300 orang pegawai Kemendikbud dikerahkan untuk proses verifikasi yang dilakukan secara bertahap.

“Mayoritas pelamar tidak kesulitan melakukan pendaftaran secara online, khususnya dalam meng-upload dokumen yang dipersyaratkan", ujar Hanjar di lansir dari Situs Resmi Kemendikbud RI.

Kata Hanjar, total pelamar Kemendikbud sebenarnya sangat tergantung pada formasi yang dibuka. Tahun ini terdapat penerimaan CPNS Kemendikbud bagi lulusan sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK), dengan jumlah pelamar berkisar 15 ribu orang. 

“Ini sangat luar biasa, sangat langka untuk formasi SMA dan SMK dan potensi pelamar sangat banyak".

Untuk itu, bagi pelamar CPNS Kemendikbud atau di luar Kemendikbud benar-benar memperhatikan persyaratan administrasi yang diminta instansi masing-masing. Contohnya, jika dokumen yang diminta instansi dalam bentuk asli,  pelamar mesti mengunggah dokumen dalam bentuk asli bukan fotokopi, tegasnya.

Verifikator seleksi administrasi CPNS Kemendikbud, Darmawan Utomo menimpali, banyak pelamar yang salah menuliskan tujuan surat lamaran, surat pernyataan yang tidak sesuai dengan contoh, salah mengunggah dokumen, dan lainnya. 

“Para pelamar CPNS harus lebih teliti dalam menyusun dan mengunggah persyaratan administrasi CPNS ke depan, itu intinya", sebutnya.

 

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :

Terkait