Sebentar lagi Panen Raya, Stok Beras Aman Hingga 2020 Mendatang

Sebentar lagi Panen Raya, Stok Beras Aman Hingga 2020 Mendatang

Sebentar Lagi Panen Raya Stok Beras aman hingga 2020. Foto Ist.

Jakarta, katakabar.com - Kepala Biro Humas Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Kuntoro Boga Andri mengatakan, kebutuhan beras nasional saat ini, dalam kondisi aman. Dasarnya, musim panen yang bakal berlangsung di awal Tahun 2020, bakal menambah jumlah stok yang ada, sehingga mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dengan baik.

"Dari data yang dimiliki Bulog,  cadangan beras di dalam gudang mencapai 2,3 Juta Ton. Itu artinya, kebutuhan beras aman. Apalagi awal 2020 nanti bakal memasuki panen raya," ujar Kuntoro, di penghujung Bulan November 2019 lalu di lansir dari Situs Resmi Kementan RI.

Dirinci Kepala Biro Humas Kementan RI ini, perhitungan rata-rata konsumsi nasional saat ini mencapai 111,58 kilogram per kapita per Tahun. Dimana angka produksi beras diperkirakan mencapai titik surplus sebanyak 4,64 Juta Ton di periode ini.

"Ketersediaan ini didukung dengan produksi di luar Pulau Jawa dan adanya penanaman varietas padi gogo diketahui tahan pada musim kering", jelasnya.

Memang, musim kering yang berlangsung cukup lama beberapa Bulan belakangan ini, membuat stok padi di masyarakat berkurang. Hal itu, tidak mempengaruhi daya tahan pangan lantaran stok beras masih cukup hingga panen 2020 nanti.

Ditegaskannya, tidak ada pengaruhnya sebab, bakal menghadapi musim panen di awal Tahun 2020 mendatang.

Berdasarkan prediksi Badan Pusat Statistik (BPS) yang menggunakan kerangka sampel area (KSA) luas panen besar yang ada mencapai 8,99 Juta hektar. Angka itu meliputi, produksi Bulan Januari hingga September 2019 diperkirakan mencapai 46,9 Juta Ton gabah kering giling (GKG) setara dengan 26,91 Juta Ton beras.

"Konsumsi selama periode itu, diperkirakan jumlahnya mencapai  22,28 Juta Ton".

Terkait itu, Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog, Tri Wahyudi menanggapi, rencananya bakal membuang 20 Ribu Ton cadangan beras pemerintah  senilai Rp160 miliar. Pembuangan dilakukan disebabkan, umur penyimpanan beras sudah melebihi setahun.

"Semua stok Bulog yang disimpan lebih dari Lima Bulan sudah bisa di buang, bisa diolah kembali, di ubah menjadi tepung dan produk lainnya, atau turunan beras atau dihibahkan", tandasnya.

 

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :

Terkait