Property

Begini Cara Take Over KPR

Begini Cara Take Over KPR

Ilustrasi / net

Take over Kredit Pemilikan Rumah (KPR) adalah hal yang lazim dilakukan. Baik take over dari suatu bank ke bank lain untuk mendapatkan bunga yang lebih rendah, maupun take over antara penjual dan pembeli rumah.

Tentunya dalam melakukan proses take overKPR ada cara-cara dan proses yang harus diikuti. Bila Anda mengincar bunga KPR yang lebih rendah di bank lain dibandingkan dengan bank tempat Anda ber-KPR, Anda dapat memindahkan KPR tersebut dengan cara take over.

Untuk mengajukannya, seperti dilansirRumah123.com, syaratnya sama dengan saat Anda mengajukan KPR baru, yakni kelengkapan identitas dan syarat penghasilan minimal.

Setelah syarat lengkap, pihak bank akan menganalisis kredit dan memperhitungkan ulang terhadap rumah, yang biasa disebut sebagai re-appraisal.

Proses take over antarbank ini hanya dapat dilakukan bila sertifikat sudah terbit. Ini berarti KPR harus sudah jalan selama satu tahun. Hal tersebut berkaitan dengan dokumen jaminan, Pasalnya, bank baru tentunya akan melakukan pengecekan terhadap bank lama.

Biasanya, bank baru akan lebih mudah untuk menyetujui permohohan take over yang Anda ajukan bila sertifikat rumah sudah terbit dan disimpan oleh bank lama.

Opsi ini bisa dipilih jika Anda ingin membeli rumah secara KPR dengan melanjutkan KPR pemilik rumah sebelumnya yang belum lunas. Syaratnya masih sama dengan mengajukan KPR baru, namun ada perbedaan dalam prosesnya.

Dalam proses take over KPR ini, penjual dan pembeli harus datang ke bank untuk mengajukan take over sebagai pemohon KPR baru.

Setelah itu, bank akan menganalisis kredit yang diajukan. Apabila disetujui, pembeli akan melakukan transaksi kredit menggunakan nama sendiri beserta Akta Jual Beli (AJB) dan pengikatan jaminan atau SKMHT.

Nah, sebelum meneruskan KPR dari penjual rumah, pembeli harus lebih dahulu membayar biaya take over yang disyaratkan penjual sebelumnya.

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :