Saiman: Golkar Riau Gambling

aziz
Saiman: Golkar Riau Gambling

Partai Golkar. foto. net

Pekanbaru (katakabar) - Banderol Partai Politik di Riau merangkak naik seiring saling ngototnya kader Partai Golkar (PG) maju di Pemilihan Gubernur Riau (Pilgubri) tahun depan. 

Ini setelah tiket PG sudah dalam genggaman petahana Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman yang juga Ketua DPD PG Provinsi Riau. 

Bupati Siak, Syamsuar dan Bupati Pelalawan HM Harris yang keduanya sama-sama menjadi Ketua DPD PG di wilayah masing-masing mau tak mau harus move on. Mencari perahu lain untuk bisa maju di Pilgubri. 

Ini berarti banderol Parpol semacam PDI Perjuangan, PAN, Demokrat, Nasdem, Gerindra, PPP spontan meroket. Belum lagi ketika Arsyadjuliandi Rachman yang tak merasa percaya diri hanya diusung oleh PG, juga bergerilya mencari Parpol tambahan. 
 
Hanya saja kata pengamat Politik Universitas Riau, Saiman Pakpahan, kondisi ini akan menjadi blunder bagi PG pada Pemilihan Legislatif yang bakal digelar dua tahun mendatang. 

"PG Riau akan membayar mahal keadaan ini. Terlebih jika Arsyadjuliandi Rachman tidak memenangi pertarungan di Pilgubri nanti," kata kandidat doktor politik ini dalam perbincangan di Pekanbaru jelang siang tadi.

Sebab dalam proses mendapatkan tiket PG tadi kata Saiman, Syamsuar maupun Harris merasa merekalah yang paling layak untuk mendapatkan tiket itu. "Apalagi Harris yang dalam versi berbagai lembaga survey lebih unggul dibanding dua koleganya. Tapi kemudian tidak mendapatkan tiket itu. Dia sempat syock meski kemudian harus mencari partai lain," kata Saiman. 

Beda dengan Syamsuar yang sudah memperkirakan kondisi itu dari awal. "Syamsuar lebih memilih untuk mencari partai lain," katanya. 

Terkait kemungkinan kekalahan Arsyadjuliandi Rachman tadi kata Saiman, bahwa ada resistensi dari banyak kalangan. 

"Kita punya banyak data soal itu. Bahwa incumbent Gubernur Riau tidak diinginkan oleh masyarakat Riau. Ini tak lepas dari program-program yang tidak pro rakyat dan intervensi keluarganya," ujar Saiman.

Kenyataan ini tentu menjadi kontra produktif dengan kondisi Arsyadjuliandi Rachman yang sebenarnya punya kekuasaan ganda. "Sebagai Gubernur dan sebagai Ketua DPD I PG. Tapi itu tadilah. Makanya saya bilang, PG Riau sedang gambling di situasi ini," ujarnya.

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :

Terkait