Jadi Sampah Pengolah Sampah

Sahdan
Jadi Sampah Pengolah Sampah

incenerator yang sudah karatan. foto. sahdan

Mandau (katakabar) - Kalau ditengok apa yang ada di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kilometer 9 Kulim Desa Sebangar Kecamatan Bathin Solapan Kabupaten Bengkalis itu, mestinya sampah di sana tidak akan segera menggunung. 

Sebab di komplek seluas 4 hektar itu, semua yang berkaitan dengan pengolahan sampah, ada. Mulai dari incenerator --- alat pembakar sampah berteknologi mumpuni --- kolam limbah hingga bangunan untuk mengolah sampah jadi kompos, ada di sana. 

Terus ada juga dua unit rumah beton, MCK dan bangunan pos satpam berdiri kokoh komplek berpagar beton  setinggi lebih dari 1 meter itu. Pagar tadi benar-benar mengelilingi TPA.

Tapi semua benda yang dibangun dari puluhan miliar rupiah duit rakyat Bengkalis itu, sekarang justru juga menjadi sampah. Sebab bangunan dan incenerator yang ada di sana sudah karatan. Di dalam incenerator masih ada sampah yang tidak habis terbakar. 

Kenyataan ini tidak ditampik oleh Refinoer, Kepala UPT Pengelolaan Sampah Kecamatan Mandau. "Incinerator itu sudah pernah di uji coba setelah dibangun tahun 2002 silam. Cuma sebentar," katanya saat berbincang bersama katakabar.com.

"Dua kolam limbah dekat sampah yang menggunung itu dibangun pada tahun anggaran 2011 dan 2012. Sementara, pengolahan sampah menjadi pupuk kompos, MCK, kantor Satpam, jalan semenisasi dan pagar beton dibangun pada tahun anggaran 2015," Refi merinci.

Refi tidak menjelaskan ikhwal perjalanan bangunan yang dia sebut tadi. Untung saja ada seorang satpam di sana cerita bahwa setelah pembangunan selesai, kolam limbah, tempat pengolahan sampah menjadi pupuk kompos pernah di uji coba. 

"Tapi sejak saat itu sampai sekarang, sarana dan prasarana itu tidak dipakai lagi. Makanya kelihatan tak terurus begitu," katanya.

Baca juga: Sinyal Tak Sedap dari KM 9

"Tiga tahun lalu saya pernah melihat langsung sarana prasarana di TPA itu. Jujur, saya kaget lantaran semuanya lengkap," cerita salah seorang Ketua RT di Mandau, Refri Amd kepada katakabar.com.

Dalam benak Refri, kalaulah semua peralatan yang ada di sana dipakai, khususnya tempat pembuatan pupuk kompos, dia yakin para petani sangat terbantu lantaran tidak perlu lagi merogoh kocek dalam-dalam untuk membeli pupuk kimia. 

Dan itu berarti, dinas yang mengurusi sampah bisa menyuntik darah segar ke pemerintah. Tapi itu tadilah, entah Bengkalis yang sudah kebanyakan duit atau aparatnya memang yang tidak kreatif. 

Yang pasti, benda-benda tadi hanya menunggu hancur total atau malah lebih dulu dijarah orang-orang tak bertanggungjawab. Tempat pengolahan sampah menjadi kompos. Hanya sekali ujicoba. foto. sahdan

Lantaran menengok sarana yang mubazir tadi kemudian Refri meminta, "Stop dululah wacana membangun TPA baru berwawasan lingkungan kalau sarana dan prasana yang ada saja dibiarkan menjadi sampah. Saya yakin kalau lah peralatan yang ada di sana dipakai, umur TPA itu masih bisa puluhan tahun lagi. Tapi kalau sampah cuma dibuang ke sana, jangankan tiga tahun lagi, setahun lagi kawasan itu sudah jadi gunung sampah," sindir Refri. 

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :

Terkait