Aturan Baru Disperindag Pekanbaru Soal Gas Melon

Bosan Dikadali Pangkalan Nakal

Chyntia
Bosan Dikadali Pangkalan Nakal

petugas pertamina saat mendistribusikan gas melon. foto. net

Pekanbaru (katakabar) - Biar tidak puyeng lagi sering dikerjain pangkalan nakal, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru sudah membikin formula soal pendistribusian gas elpiji 3 kilogram. 

Dari yang tadinya sistim terbuka, menjadi sistim tertutup. "Artinya enggak semua orang bisa mendapatkan gas subsidi ini. Yang bisa hanya mereka yang memenuhi tiga kriteria. Dan formula ini bakal kami berlakukan sejak Maret 2018 nanti," cerita Kabid Perdagangan Disperindag Kota Pekanbaru, Mas Irba kepada katakabar.com dua hari lalu.

Adapun rumah mereka yang bisa mendapatkan gas elpiji 3 kilogram itu kata Irba antara lain; pertama, mereka yang tidak memiliki pekerjaan tetap, kedua, mereka yang berpenghasilan di bawah Upah Minimun Kota (UMK) dan terakhir mereka yang menerima Beras Sejahtera (Rasta).

Mereka yang berjualan kata Irba, boleh mendapatkan gas elpiji 3 kilogram itu jika omzet perbulan Rp 300 juta pertahun. "Ini berarti mereka yang punya jual beli Rp750 ribu perhari. Tapi Walikota kemudian memberikan kelonggaran bagi mereka yang beromzet maksimal Rp1juta perhari. Di atas itu enggak boleh. Dan yang omzet maksimal Rp1 juta ini juga musti punya izin Usaha Mikro Kecil dari kecamatan," katanya.   

Belakangan Bidang Perdagangan Disperindag Pekanbaru dibikin puyeng oleh permainan pangkalan gas elpiji 3 kilogram yang nakal.

Dari penelusuran mereka, ada sejumlah onkum pangkalan yang menjual gas bersubsidi itu kepada mereka yang sebetulnya tidak berhak. Dua hari lalu ada dua pangkalan nakal yang kepergok. 

Alhasil, quota 658 yang tadinya dianggap cukup untuk sebulan, menjadi tak cukup danb bahkan gas tabung melon ini menjadi langka. 

Gara-gara perangai oknum pangkalan nakal tadi, hari itu juga Disperindag memberikan surat Putus Hubungan Usaha (PHU). 

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :

Terkait