HUT ke-3 Partai Perindo

HT Ingin Bedah 7.000 Rumah Se-Indonesia

HT Ingin Bedah 7.000 Rumah Se-Indonesia

Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo (HT).

JAKARTA (katakabar) - Meski popularitas telah meroket, namun Partai Perindo enggan terlena membantu dan mensejahterahkan masyarakat. Sistem bedah rumah pun dirancang di seluruh Kantor DPC se-Indonesia. 

Hal itu diungkapkan Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo (HT) saat menghadari ulang tahun ke-3 Partai Perindo di kawasan Sumur Batu, Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu sore tadi. 

"Salah satunya bedah rumah. Saya ingin tiap rumah di DPC dibedah," tutur HT di lokasi. 

Meski baru tercetus, namun HT menginginkan sedikitnya ada 7.000 rumah yang nantinya akan di bangun di seluruh Indonesia. Jumlah itu merancang semua jumlah DPC (pengurusan partai tingkat kecamatan). 

Ketertarikan HT terhadap bedah bukanlah tanpa sebab. Sebagai warga Indonesia, dirinya ingin membantu masyarakat, termasuk ketika dirinya mendirikan partai. 

Ia mencontohkan sekalipun ada seorang konglomerat ingin membagikan Rp100 triliun terhadap 100 juta warga Indonesia, jumlah itu akan sedikit dan tidak tepat sasaran. Karena itu, dirinya kemudian membuat partai agar program program membangun dan membantu rakyat lebih tepat sasaran. 

"Sekalipun saya mengkritisi melalui media. Apa itu memberi solusi? Kalau kita terjun langsung, maka kita akan lebih membantu dan berasa di masyarakat," tutur HT sembari menegaskan keinginan membantu rakyat bisa terwujud melalui Partai Perindo. 

Sementara, Sekjen Partai Perindo Ahmad Rofiq menegaskan, konsep bedah rumah sendiri tengah dirancang dan disusun. Untuk langkah awal dirinya akan melakukan pembenahan terhadap 514 rumah di DPD kota dan kabupaten se-Indonesia. 

Karena itu, Rofiq akan membahas hal ini kepada sejumlah anak sayap Perindo. Termasuk teknis dan kriteria rumah yang dibedah. "Kan sebelum ke ribuan DPC kita harus role model di DPD dulu," tuturnya. 

Ketua DPW Perindo Jakarta Sahrianta Tarigan mengatakan, pihaknya siap melaksanakan program bedah rumah. Titik-titik lokasi di Jakarta akan dimonitoring melalui pengurus DPD dan DPC yang ada di bawahnya. 

"Kalau di Jakarta, dalam waktu dekat enam rumah dulu kali yah," tuturnya. 

Sahrianta mengungkapkan untuk program ini nantinya tak perlu menggunakan kontraktor. Sebab melalui gotong royong juga bisa dilakukan sehingga pembangunan bisa lebih terlaksana. 

"Nanti kita susun dan kriteria rumah yang dibedah," tutupnya.

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :

Terkait