Pecatan Polisi Gembong Narkoba Inhu (1)

Alex: Saya Enggak Mau Menyakiti Polisi

Yuswanto
Alex: Saya Enggak Mau Menyakiti Polisi

Alex memegang bungkusan sabu-sabu dan dua rekannya yang ditangkap polisi 4 hari lalu. foto. yus

Rengat (katakabar) - Setelah 4 hari ngendon di balik jeruji besi Polres Indragiri Hulu (Inhu), jelang siang tadi Alex 33 nongol di depan sejumlah wartawan yang memenuhi undangan press release Polres Inhu. 

Dia ditemani dua orang rekannya yang sama-sama ditangkap empat hari lalu di rumah Alex. Mereka adalah DI dan K alias T yang sama-sama berumur 39 tahun.  

Baca juga: Alex Ditangkap!

Alex masih kelihatan tegap meski sudah lama dipecat dari pekerjaannya sebagai polisi berpangkat Briptu. Memakai baju orange bernomor dada 18, wajah lelaki ini ditutupi sebo.

Kapolres Inhu AKBP Arif Bastari cerita, selama dua bulan, dia dan anak buahnya menguntit keseharian Alex, persis setelah Arif mendengar banyak keluhan soal aktivitasi lelaki itu. 

Uniknya, walau di kota kecil, Alex sudah membikin rumahnya kayak perumahan di kota besar. Empat sudut rumahnya dipasangi kamera pemantau yang jarak kekernya mencapai 200 meter. 

Itulah makanya dia bisa memantau orang dari empat sudut sekaligus memantau rumah keduanya yang tak jauh dari rumah berkamera pemantau tadi. 

Waktu proses penggerebekan yang dipimpin langsung oleh Arif, polisi mengumpulkan sejumlah barang bukti dari dua rumah tadi antara lain; uang tunai senilai Rp48 juta dan 22 bungkus sabu-sabu, 98 butir ekstasi serta sejumlah handphone dan 1 pucuk senjata api jenis FN beserta 30 butir peluru tajam aktif, 3 buah magazine dan 1 unit mobil inova.  

Di rumah kedua, ada barang bukti sabu-sabu 1,5 kg, uang tunai Rp110 juta, 1 unit mobil dan sejumlah barang  bukti yang mendukung proses pengamanan.

Dari hasil interogasi sementara, Alex mengaku kalau masih ada temannya di rumah ketiga. Lelaki itu berinisial D yang kemudian menjadi buronan polisi. 

Walau tak berhasil menangkap D, dari rumah itu polisi mengamankan 2 pucuk senjata api rakitan dan sepucuk senapan angin. "Begitulah ceritanya," ujar Arif. 

Masih di acara press release itu, Alex sempat buka mulut kalau sabu-sabu yang diamankan polisi itu berasal dari jaringan Aceh. 

Sementara senjata api FN berikut amunisinya dia dapatkan dari bekas bosnya MJ, warga Desa Pasir Ringgit, Kecamatan Lirik. Alex sendiri adalah warga Dusun Wonorejo Kecamatan Air Molek. 

Tapi saat ditanya kapan dan dimana dia dapatkan sabu-sabu dan senjata api itu, dia bungkam. Hanya saja saat ditanya kenapa dia tak melawan dan tidak menembak polisi sementara dia punya pistol, "Saya enggak mau menyakiti polisi, makanya saya enggak melawan waktu ditangkap," katanya datar. 

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :

Terkait