Masih Tentang Si Melon

Adi Jait
Masih Tentang Si Melon

Foto : Istimewa/net

PELALAWAN (Katakabar)- Tak habis-habis ibu-ibu rumah tangga terus saja membincangkan langkanya gas elpiji 3 kg. Hampir setiap daerah di Riau yang begini.

Sebab,  Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Riau pernah bilang kalau permasalahan ini muncul karena ada oknum yang bermain, khusunya pangkalan gas elpiji 3 kg.

Dari Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Kepala Disperindag Zulherman pun  mengajak 30 pangkalan gas untuk membincangkan masalah ini. Tak main-main memang dia harus tegas, sebab kasian masyarakat yang tak mampu beli dengan harga eceren tertinggi (HET) diatas harga yang telah ditetapkan seblumnya.

"Ada oknum pemilik pangkalan yang bermain curang dengan menaikkan harga gas dari ecer tertinggi yang telah ditetapkan Pemkab dan dugaan adanya pemilik pangkalan gas yang langsung menjual kepada warung, rumah makan," katanya di Gedung PLUT UMKM, Koperasi, Selasa (07/11/2017).

Sehingga pihaknya pun mengeluarkan ketegasan untuk setiap pangkalan gas yang ada.

Pertama, untuk pengambilan Gas 3 Kg harus membawa KK dan KTP. Jika masyarakat yang belum memeliki  KTP atau KK maka dapat meminta surat domisili dari RT setempat sebagai pengganti KK dan KTP.

Kemudian HET Gas 3 Kg harus Rp.18.000. Untuk Restoran atau Rumah Makan dilarang pakai gas 3 Kg ini.

Lalu,  Pangkalan Gas dilarang melayani anak-anak karna berbahaya. Dia juga melarang Pangkalan Gas dilarang menjual kepada Pengecer.

"Para PNS pun dilarang membeli Gas 3 Kg karna khusus untuk masyarakat miskin," jelasnya.

Jika pihak pangkalan gas elpiji  terbukti melanggar keputusan ini, kata dia, maka izin pangkalan akan dicabut.

"Seluruh Pangkalan Gas 3 kg harus tunduk dan taat atas keputusan ini, karna sudah dirapatkan dan diberikan ketegasan supaya masyarakat tidak merasakan kelangkaan gas lagi," celotehnya.

Dia pun meminta kepada agen gas yang menyampaikan ke tiap pangkalan supaya dalam pendistribusian jangan sampai malam apalagi didistribusikan tengah malam.

Apalagi sekarang Pelalawan dalam pengurangan jatah kuota gas sebanyak 5 persen atau berkurang 382 dari kuota 7022 tabung gas. Tapi ini bukan alasan pembenaran yang dilakukan para pemilik pangkalan gas.

"Makanya kita dari Disperindag kedepan akan lebih memperkuat pengawasan terhadap semua pangkalan gas yang ada, demi kemajuan daerah kita," pungkasnya.

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :

Terkait