Sstt..., Bu Sekcam Angkat Rok Lho, Basah-Basahan Lagi

herry
Sstt..., Bu Sekcam Angkat Rok Lho, Basah-Basahan Lagi

Sekcam Tampan Liswati terpaksa mengangkat rok saat akan masuk ke Kantor Lurah Simpang Baru, tadi siang. foto. Herry

Pekanbaru (katakabar) - Liswati terpaksa mengganti sepatu yang dia pakai dengan sandal jepit. Maklum, walau diterjang gerimis, dari pagi hingga siang tadi, Sekretaris Camat (Sekcam) Tampan ini malah berjibaku dengan genangan air yang meluap di sejumlah titik di kawasan Tampan. 

Mula-mula dia datang ke rumah warga yang rumahnya diterjang angin puting beliung di kawasan jalan  Saudara Kelurahan Tuah Madani. Di sana, ditemani ketua RT setempat bernama Kamal, bekas Lurah Simpang Baru ini mencatat segala apa yang dikeluhkan oleh warga. 

Dari situ, perempuan cantik ini menyusuri jalan Soebrantas. Dia ingin menengok bekas kantornya yang ada di Panam ujung. Tapi sebelum sampai, Lis mendadak berhenti di depan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang ada persis di samping Kantor Lurah Simpang Baru itu. 

Matanya membentur onggokan sampah yang mengapung di selokan persis di pangkal gorong-gorong SPBU tadi. "Tuh lihat. Sampah numpuk kayak gitu. Ini sampah dari mana coba kalau bukan sampah pedagang dan masyarakat. Tuh ada keresek, botol air mineral. Yang begini ini yang menyumbat. Kalau sudah banjir, Walikota juga yang disalahkan. Padahal, kesadaran orang membuang sampah justru yang kita pertanyakan," katanya. 

Lagi-lagi Lis mencatat apa yang dia tengok itu pada catatan di ponselnya. "Nanti semua ini akan saya laporkan kepada atasan. Termasuk soal derita warga yang diterjang angin puting beliung tadi. Kita akan koordinasi dengan Dinas Sosial biar warga itu segera tertolong," ujarnya. 
 
Soal sampah-sampah yang menyumbat gorong-gorong kata Lis, dalam dua hari ke depan, dia akan memboyong 'pasukan kuning' ke sana. 

"Mestinya enggak harus 'pasukan kuning' kalau kita mau sadar. Sebab soal kebersihan dan keindahan kota ini, bukan cuma tanggungjawab pemerintah, tapi seluruh elemen masyarakat. Saya yakin, kalau kita, RT, RW mau rutin gotong-royong di wilayah masing-masing, kota ini enggak akan kebanjiran," katanya. 
 
Tak terasa, Lis sudah sampai di halaman Kantor Lurah Simpang Baru itu. Lantaran permukaan air di sana mencapai 50 sentimeter, perempuan ini terpaksa mengangkat rok biar bisa masuk ke kantor itu. 

Tak ada jamuan kusus dari kelurahan kepada Lis. Sebab perempuan ini pun langsung berkeliling mengitari isi kantor. Dia sempat menyapa sejumlah warga yang kebetulan sedang punya kepentingan ke kantor itu.  

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :

Terkait