Pabrik Kertas di Riau Butuh 240 ribu ton Tapioka Pertahun

Pabrik Tapioka Berkapasitas 500 Ton Segera Beroperasi

Sahdan
Pabrik Tapioka Berkapasitas 500 Ton Segera Beroperasi

hasil produksi singkong masyarakat di kawasan Pinggir. foto. sahdan

Kandis (katakabar) - Bulan depan, pabrik tapioka berkapasitas 25 ton perjam sudah mulai beroperasi di kawasan Kandis Kecamatan Kandis Kabupaten Siak, Provinsi Riau. 

Pabrik milik PT Asrindo Citrasubur Makmur (ACM) yang menyedot biaya hampir Rp100 miliar ini bakal menghasilkan 125 ton tepung tapioka perhari.

"Kita tinggal menunggu mesin pembangkit yang sekarang sedang dalam perjalanan dari Jakarta ke Riau," ujar Ketua Masyarakat Singkong Indonesia (MSI) wilayah Riau, Hasan Basri, saat berbincang dengan katakabar.com di ujung telepon kemarin. Lelaki 48 tahun ini yang menggagasi berdirinya pabrik tapioka itu. 
 
Untuk menghasilkan tapioka sebanyak itu kata Hasan,"Kita butuh 500 ton singkong perhari. Sementara ini, bahan baku sebanyak itu kita dapatkan dari kawasan Mandau dan Pinggir di Kabupaten Bengkalis. Di sana sudah ada kebun masyarakat seluas 1000 hektar," Hasan merinci.  

Sebenarnya luasan tadi kata Hasan masih kurang. Sebab untuk pabrik, lahan kebun singkong musti ada minimal 4000 hektar. "Tapi kami yakin kalau pabrik sudah jalan, masyarakat pasti antusias menanam singkong," katanya.

Pun ide pendirian pabrik ini kata Hasan bermula dari keprihatinan dia menengok banyaknya lahan tidur di Riau yang sering menjadi langganan kebakaran di musim kemarau. Lahan tidur itu lebih dari 20 ribu hektar. "Apa salahnya lahan itu kita manfaatkan. Toh 8-10 bulan tanaman singkong sudah bisa dipanen," ujarnya. 

Soal pemasaran tepung tapioka nanti kata Hasan, pihaknya tidak akan pusing. Sebab sampai sekarang pabrik kerta PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) di Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan dan PT Indah Kiat Pulp and Paper (IKPP) di Perawang Kabupaten Siak, butuh 240 ribu ton tepung tapioka pertahun. 

"Sampai sekarang tepung itu masih diimpor dari Thailand. Nah lantaran kebutuhan yang sangat besar itu pula, kami sudah merancang untuk membangun 4 pabrik lagi. Di Duri Kecamatan Mandau Kabupaten Bengkalis, Pelalawan, Kuantan Singingi dan Sungai Apit Kabupaten Siak," Hasan merinci. 

Dari semua pabrik itu, pabrik di Duri akan menjadi pabrik terbesar dengan kapasitas 1000 ton perhari. "Pabrik yang di Duri akan terintegrasi dengan pabrik pakan ternak dan peternakan sapi. Sebab dari 100 persen singkong yang kita olah, 10 persennya adalah limbah. Limbah inilah nanti yang akan kita olah menjadi pakan ternak," Hasan merinci.

Di peternakan sapi itu, pihaknya kata Hasan akan memelihara 20 ribu ekor sapi. "Saban tahun Riau masih kekurangan 100 ribu ekor sapi. Sektor ini masih sangat seksi untuk kita bidik," katanya. 

Untuk menghadirkan pabrik terintegrasi itu, investor asal Malaysia kata Hasan sudah menyiapkan duit sekitar Rp650 miliar. "Kalau pabrik yang sekarang, investornya murni orang lokal," katanya. 
 

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :

Terkait