Menyoal Korupsi RTH di Tugu Anti Korupsi

Sugeng : Saya Tak Mau Berbalas Pantun

herry
Sugeng : Saya Tak Mau Berbalas Pantun

Kuasa Hukum, Razman Arif Nasution saat melaksanakan konferensi Pers di  Lobby Hotel Jatra Jumat Siang Kemarin (Foto Toni)

PEKANBARU (katakabar)- Kuasa hukum sembilan tersangka kasus dugaan korupsi ruang terbuka hijau (RTH) di Tugu Anti Korupsi, Jalan Ahmad Yani, Dr Razman Arif Nasution meminta Kepala Kejaksaan Tinggi Riau mencopot Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Riau, Sugeng dari jabatannya.

Alasan Razman, penetapan status tersangka terhadap kliennya dinilai tidak sesuai aturan. Bahkan Razman juga akan menempuh jalur praperadilan. Hal itu dikatakan Razman dalam konferensi pers di lobby Hotel Jatra Pekanbaru, Jumat siang kemarin.

Menanggapi celoteh Razman itu Sugeng, tidak banyak berkomentar. Namun ia tetap berpegang teguh dengan keputusanya yang telah ditetapkan sebelumnya.

"Kita sudah jelaskan dalam gelar perkara beberapa hari lalu. Kami sudah memiliki fersi sendiri. Kalau saya komentar lagi. Saya tidak mau berbalas pantun," ucapnya.

Terkait dengan ucapan Razman agar dirinya dicopot dari jabatanya, Sugeng kembali tak banyak bicara. "Sebaiknya tanya kepada orang lain yang lebih memahami. Masak saya menilai saya sendiri. Kan itu tidak etis. Pokoknya saya tidak mau berbalas pantun," pungkas Sugeng sembari menutup pembicaraan dengan katakabar.com.

Sebagai mana diketahui, Razman adalah kuasa hukum dari sembilan tersangka yakni Ikhwan Sunardi, Hariyanto, Desi Iswanti, Rica Martiwi, Hoprizal, Adriansyah, Akrima, Yusrizal dan Dwi Agus Sumarno. Dimana semua klainya ini merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Kesembilan tersangka diduga terlibat dalam dugaan  korupsi proyek pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Tunjuk Ajar Integritas Jalan Ahmad Yani Pekanbaru. Dalam perkara ini Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau menetapkan  18 orang jadi tersangka.

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :

Terkait