Setnov Tersangka Lagi

Dukungan Dari Pentolan Golkar

Dukungan Dari Pentolan Golkar

JAKARTA (katakabar) - Sejumlah pimpinan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) tingkat satu berkumpul di markas DPP Golkar, Slipi, Jakarta Barat. Selain meminta petunjuk persiapan Pilkada serentak, kehadiran mereka juga dalam rangka memberikan dukungan kepada sang Ketum Setya Novanto yang kembali tersangka kasus e-KTP.

Ketua DPD I Golkar Provinsi Bali I Ketut Sudikerta menegaskan, mayoritas pimpinan DPD I telah sepakat berkomitmen mendukung kepemimpinan Setya Novanto sebagaimana sesuai dengan hasil Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) di Nusa Dua Bali pada 2016 silam.

"Saya menyampaikan, kita mendukung kepemimpinan Bapak Ketua Umum DPP Partai Golkar untuk menuntaskan sampai berakhir masa jabatan," ungkap Ketut di markas DPP Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Minggu.

Ketut mengklaim, setidaknya ada 28 DPD yang turut hadiri memberikan dukungan kepada sang ketum, 24 provinsi dihadiri langsung oleh ketua DPD I dan empat DPD diwakilkan. Sementara untuk enam DPD lainnya sudah mengkonfirmasi berhalangan hadir.

Dalam juga memberikan semangat dan doa kepada Setya Novanto yang kebetulan pada hari ini, Minggu 12 November sedang berulang tahun. Meraka mendukung sang ketum untuk tetap tegas menghadapi kasus hukum yang sedang melilitnya di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Kami juga menyampaikan dukungan secara bulat kepada Ketua Umum Bapak Setya Novanto untuk menyelesaikan proses-proses hukum yang dihadapinya," pungkasnya.

Seperti diketahui, berdasarkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) yang diterbitkan pada 31 Oktober Satya Novanto kembali ditetapkan tersangka oleh KPK. Ia diduga melanggar Pasal 2 ayat 1 subsider Pasal 3 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sebelumnya, pada Juli 2017 Setnov juga pernah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus yang sama. Namun Ketum Golkar itu mengajukan Praperadilan dan menang di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Hakim tunggal Cepi Iskandar mengabulkan sebagian gugatan Setnov atas KPK.

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :

Terkait