Tentang Pendidikan, Kordias dan HKBP

Boyke
Tentang Pendidikan, Kordias dan HKBP

Kordias Pasaribu berfoto bersama Eporus dan Pareses. foto. boyke

Pekanbaru (katakabar) - Empat ribuan jemaat Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) membanjiri Gelanggang Remaja di kawasan jalan Sudirman Pekanbaru. Tak hanya anak-anak dan remaja, opung-opung juga nimbrung di sana. 

Eporus Pdt Dr. SAE Nababan, Pdt. Pareses Silaban, Wakil Gubernur Riau, Wan Tamrin Hasyim dan Walikota Pekanbaru, Firdaus, juga kelihatan di sana. 

Hari ini, pesta puncak orientasi pelayanan Tahun Pendidikan HKBP Distrik XXII dan mengenang 500 tahun reformasi Martin Luther, sedang di gelar di Gelanggang Remaja itu.

"HKBP sangat sadar bahwa pendidikan teramat penting bagi Bangsa ini, khususnya di Riau. Itulah makanya HKBP terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan di masyarakat. Tentu ini kami mulai dari jemaat gereja dulu," ujar Ketua Panitia, Kordias Pasaribu, saat berbincang dengan katakabar.com di sela-sela acara. 

Wakil Ketua DPRD Riau ini kemudian merinci apa saja yang sudah dilakukan HKBP Distrik XXII Riau sepanjang tahun ini.

"Pertama kami terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan di sekolah-sekolah HKBP yang ada di Distrik XXII Riau. Ini dimulai dari penataan database. Lewat database kita bisa tahu perkembangan jumlah hingga berapa banyak anak didik yang berprestasi dan yang berprestasi ini kemudian akan disalurkan kemana," katanya. 

Lalu HKBP juga kata Ketua DPd PDI Perjuangan Provinsi Riau ini, sudah menggagas beasiswa di tingkat gereja dan perpustakaan. Pembekalan dan pelatihan guru sekolah minggu se Distrik juga dilakukan. "Kalau kita ingin anak-anak berkualitas, otomatis kualitas guru juga harus terus diupgrate, kan," ujarnya.  

Meningkatkan Pendalaman Alkitab (PA) Sekolah Minggu melalui penerbitan Buku PA untuk anak anak juga dilakukan. Begitu juga pembekalan dan pelatihan pemuda melalui kegiatan kemah melayani bersama peserta remaja dan pemuda utusan resort.

"Tidak hanya yang formal, non formal juga kita galakkan. Misalnya mendorong bakat menulis lewat lomba karya tulis. Ini tidak hanya untuk anak-anak, tapi juga remaja dan kaum bapak. Lalu ada pula lomba vokal group dan solo," terang lelaki yang murah senyum ini panjang lebar.

Nah, sebagai ujung tombak di rumah, kaum ibu juga dicekoki pelatihan dan pemberdayaan lewat pertanian hidroponik dan keterampilan tata rias.

Kenapa pendidikan begitu digeber? "Ada falsafah di kita orang batak khususnya bahwa "anakkon hi do hamoraon di au". Ini maknanya luas. Tak ada satupu orang tua di dunia ini yang tak ingin anaknya sekolah. Di lirik lagu itu kan ada dibilang begini; Hugogo pe massari arian nang bodari. Lao pasikkolahon gellekki. Naikkon marsikkola nasatimbo timbona...Nah, bahwa pendidikan itu teramat penting. Terhadap kwalitas sumber daya manusia, kehidupan yang lebih baik dan lebih beradab," katanya panjang lebar.  

Apalagi di jaman sekarang jata Kordias, kehidupan manusia sudah dihadapkan pada kompetisi yang super ketat. Tanpa skill, manusia enggak akan menjadi apa-apa. "Di sinilah perlunya pendidikan itu. Kita akan mampu bersaing bahkan bisa menjadi pemenang kalau kita menjadi manusia terdidik," ujarnya. 

Tapi untuk menjadi semacam itu kata Kordias bukan perkara mudah. Tantangannya justru sangat berat. "Salah satunya adalah masih minimnya kesadaran masyarakat akan begitu pentingnya pendidikan. Masih banyak yang abai dengan pendidikan, maunya yang instan saja," katanya.

Untuk memerangi yang semacam ini kata Kordias, bukan cuma tanggungjawab pemerintah, tapi masyarakat juga punya andil besar. "Masyarakat harus bersinergi dengan pemerintah lantaran pendidikan adalah tanggung jawab bersama," katanya.

Setelah panjang lebar menjabarkan soal pendidikan tadi, Kordias pun mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia, tamu undangan dan seluruh jemaat yang hadir. "Semoga ke depan, kualitas pendidikan kita kian tinggi, agar kita bisa berkompetisi dan muncul sebagai pemenang," Kordias berharap. 
 

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :

Terkait