Duo Raksasa di Tanjung Pinang

aziz
Duo Raksasa di Tanjung Pinang

Patung Dewi Kuan Yin di dua tempat berbeda. foto. aziz

Tanjung Pinang (katakabar) - Dua patung raksasa Dewi Kuan Yin Phu Sha bertengger megah di dua tempat berbeda di kawasan Kota Tanjung Pinang Provinsi Kepulauan Riau. 

Patung yang sama-sama didatangkan dari Negeri Tiongkok ini, satu berada di Vihara Vihara Ksitigarbha Bodhisattva di kawasan jalan Asia Afrika dan satu lagi di Vihara Avalokitesvara Graha di kawasan jalan lintas Tanjung Pinang-Tanjung Uban. 

Dewi Kuan Yin yang ada di Avolokitesvara berada di dalam ruangan, berwarna kuning emas setinggi 16,8 meter. Patung seberat 40 ton ini disebut-sebut terbuat dari tembaga seberat 40 ton berlapis emas 22 karat. 

Lalu yang adi Ksitigarbha justru ditaruh di luar, persis di gerbang menuju seribu patung ayang berjejer di dalam. Patung ini hanya setinggi 8 meter dan terbuat dari batu namun diukir sangat indah. 

Acui 51 tahun, yang sehari-hari menjadi pengelola di vihara itu mengatakan kalau vihara di atas bukit seluas 2 hektar itu baru diresmikan tahun ini meski proses pembangunannya sudah berlangsung sejak 15 tahun lalu.

Bangunan kokoh setinggi sekitar 10 meter yang ada di belakang patung Dewi Kuan Yin tidak bisa dinaiki para pengunjung lantaran konstruksi bangunan itu memang rentan terhadap kecelakaan lantaran tidak ada pengaman. "Sengaja ditutup. Kita enggak mau saja ada yang terjatuh. Dari bawah dinding sekeliling bagian atas kelihatan tinggi, tapi sebenarnya tidak," katanya. 

Beda dengan Avolokitesvara. Vihara ini berada di atas lahan seluas 14 hektar. Lahan ini adalah hasil urunan para donatur, begitu juga dengan semua patung yang ada di sana. 

Itulah makanya, Karsidi 52 tahun tak bisa menghitung berapa duit sebenarnya untuk menghadirkan segala sesuatu yang ada sekarang. "Lantaran itu tadi, semua berasal dari sumbangan donatur," katanya kepada katakabar.com kemarin. 

Selain gedung tempat beribadah, di komplek ini juga sudah ada bangunan tempat kremasi dan bangunan penyimpanan abu mayat. "Ada sekitar 9000 lebih lobang batu berukuran 20x25 sentimeter kita siapkan," katanya. 

Dua bangunan itu berada di sebelah kanan bangunan utama --- tempat beribadah yang ada patung Dewi Kuan Yin. Kelak kata Ketua Harian Yayasan Maitri Paramita --- pengelola vihara --- ini, di antara bangunn utama dan bangunan penyimpanan abu mayat bakal berdiri pagoda sembilan lantai setinggi 30 meter. 

Uniknya, meski ada dua vihara yang disebut-sebut sama-sama terbesar di Asia Tenggara itu di Tanjung Pinang, tapi tidak satupun warga yang protes. Malah dua vihara ini menjadi objek wisata bagi mereka."Dari dulu kami sudah akrab dengan sesama di sini. Enggak pernah ada keributan lantaran kami berbaur dan saling menghargai. Makanya apapun konflik ras dan agama yang terjadi di luar, enggak pernah merembet ke sini," kata Karsidi.     

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :

Terkait