1.823 Warga Riau Berstatus ODP Covid-19

Pekanbaru, katakabar com - Hingga hari ini Selasa (23/3) tercatat sebanyak 1,823 orang warga Riau masuk dalam daftar Orang Dalam Pemantauan (OPD) terkait virus Corona (Covid-19).

Jumlah itu dibenarkan oleh Kepala Kominfo Pemprov Riau, Chairul Riski saat dikonfirmasi. "Jumlah ODP terus meningkat. Benar, jumlahnya mencapai 1.823 orang," ujanya.

Sementara berdasarkan pantauan melalui situs resmi Pemprov Riau Corona.riau.go.id terdapat 4 orang yang sudah dinyatakan selesai dalam pemantauan dari jumlah tadi.

Sedangkan, dari 1.819 terdapat 55 diantaranya masuk dalam daftar Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Namun, ada 42 pasien yang masih menjalani perawatan. Untuk pasien yang dinyatakan negatif terpapar virus yang mewabah di kota Wuhan, China itu ada 15 orang. Dari jumlah itu 13 diantaranya sudah diperbolehkan pulang kekediamannya masing- masing.

Selanjutnya, sampai saat ini pasien yang dinyatakan positif oleh pemerintah Riau hanya satu orang. Dimana pasien ini terindikasi terjangkit virus mematikan itu setelah menghadiri acara Tabligh Akbar di Malaysia beberapa waktu lalu.

Untuk diketahui, saat ini pemerintah telah menunjuk 44 rumah sakit sebagai rujukan penanganan virus Corona ini. Dari jumlah itu ada sekitar 111 ruang isolasi yang telah disipakan.

Tak hanya sampai di situ, saat ini Pemprov Riau juga tengah siapkan tiga lokasi fasilitas tambahan untuk penanganan kasus ini. Diantaranya yakni Asrama Haji, Balai Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Riau, dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Petala Bumi.

Gubernur Riau Syamsuar, Senin (23/3) kemarin menjelaskan tiga lokasi itu disiapkan untuk memaksimalkan dalam penanganan pasien terpapar virus yang awalnya mewabah di Wuhan, China itu. 

“Ini berdasarkan instruksi dari Menteri Dalam Negeri untuk memberdayakan semua balai diklat sebagai tempat perawatan pasien yang terkena wabah virus Corona,” terangnya.

Sebelumnya, Gubernur Riau bersama Dinas Kesehatan, Juru Bicara COVID-19 Riau, Direktur RSUD Arifin Achmad, sudah melakukan inspeksi ke tiga fasilitas tersebut pada akhir pekan lalu. Dimana peninjauan itu dilakukan untuk mengetahui berapa kapasitas yang bisa ditampung, jika memang terjadi peningkatan jumlah pasien.

"Kita juga sudah minta partisipasi rumah sakit swasta di samping rumah sakit kabupaten/kota," katanya.

Sedangkan, sebagai alternatif lainnya, Dia mengatakan Pemprov Riau juga akan memanfaatkan beberapa aula yang ada jika memang masih ada kekurangan gedung perawatan.

"Aula yang ada akan kita manfaatkan, kita tambah fasilitasnya. Kita juga sudah menghubungi balai pertanian dan ruangan lainnya supaya bisa kita pakai kalau sewaktu diperlukan," terangnya.

 

Editor : Sany Panjaitan

Berita Terkait