Antisipasi Covid 19

Bustami HY: Awasi dan Jaga Ketat Anak Tidak Keluar Rumah

Bengkalis, katakabar.com – Pelaksana Harian (Plh) Bupati Bengkalis, H Bustami HY meminta setiap orang tua mengawasi secara ketat buah hatinya tetap berada di dalam rumah dan melarang tidak berkeliaran di luar rumah.

“Tak mengapa putra-putri kita menangis dilarang keluar rumah, daripada kita yang menangis disebabkan terpapar Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan menjadi korban,” imbaunya, kemarin.

Sekretaris Daerah Bengkalis ini mengajak seluruh warga dan setiap keluarga di Negeri Junjungan nama lain dari Kabupaten Bengkalis ini, ambil bagian secara aktif dalam mencegah penyebaran Covid-19 dengan mematuhi berbagai imbauan pemerintah.

“Imbauan untuk di rumah saja, hendaknya dipatuhi guna meminimalisir penyebaran Covid-19. Mari bersama cegah penyebaran virus ini mulai dari diri sendiri, keluarga serta lingkungan. Batasi diri berkumpul dan keluar rumah jika memang tak ada keperluan yang mendesak,” ajaknya.

ODP di Bengkalis Terbanyak di Riau

Mengutip data laman Riau Tanggap Covid-19, corona.riau.go.id, per 24 Maret 2020, jumlah Orang Dalam Pengawasan (ODP), sebanyak 1.823 orang.

Untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 55 orang dan positif (+) Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) 1 orang.

Dari 1.823 ODP di Provinsi Riau, 984 orang diantaranya atau 53,71 persen di Kabupaten Bengkalis.

Sekedar diketahui, dari penjelasan resmi pemerintah, orang yang berstatus ODP ini belum menunjukkan gejala sakit.

Tapi, orang di kategori ini sempat bepergian ke negara episentrum Corona atau sempat melakukan kontak fisik atau bertemu dengan orang yang diduga positif Corona, sehingga harus dilakukan pemantauan.

Tanpa kita ketahui, orang yang berstatus ODP ini bisa jadi ada di lingkungan atau di tempat keramaian.

Itu sebabnya, pemerintah mengimbau agar masyarakat tetap berada di dalam rumah dan mengurangi aktivitas di tempat keramaian serta melarang melaksanakan berbagai aktivitas yang mengumpulkan massa.

Tujuannya, untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Utamanya, agar kita tidak menjadi korban Covid-19. Mari sama-sama kita indahkan, jangan dianggap remeh dan jangan sepele.

Ingat kata bijak, “mencegah lebih baik daripada mengobati." Bila mau, kita semua mampu untuk itu.

Editor : Sahdan

Berita Terkait