Lanal Dumai Gagalkan Penyelundupan 11 Kilogram Sabu dan 63 Ribu Butir Pil Ekstasi

Pekanbaru, katakabar.com - Tim Fleet One Quick Response (F1QR) Lanal Dumai berhasil gagalkan penyelundupan narkoba di wilayah Riau. Tak tanggung-tanggung sedikitnya 11,6 kilogram lebih sabu dan 63 ribu butir pil ekstasi berhasil diamankan, di wilayah perairan Merbau Kabupaten Kepulauan Meranti.

Selain narkoba petugas juga berhasil cokok dua pelaku yakni AP (28) dan ZN (46) dalam operasi yang dilaksanakan pada Selasa (18/02) dini hari lalu.

Dalam temu pers yang dilaksanakan pada  Jumat (21/02), Pangkormada I Laksmana Muda TNI Muhammad Ali menjelaskan, sindikat narkoba jaringan internasional ini berhasil diungkap setelah pihaknya mendapatkan informasi bahwa akan ada transaksi narkoba di wilayah itu.

"Senin (17/02) kita mendapat informasi adanya transaksi narkoba di wilayah perairan Merbau, Kepulauan Meranti. Kemudian kita langsung tindak lanjuti informasi itu," katanya.

Dari upaya penelusuran kebenaran informasi itu, tim F1QR mencurigai kapal nelayan jaring ikan yang melaju dengan kecepatan tinggi. Namun lantaran cuaca buruk dan gelombang kuat, Sea Rider 85 PK tidak dapat merapat ke kapal jaring nelayan tersebut, sehingga 2 orang dari Tim F1QR melompat ke atas kapal jaring nelayan.

Kemudian kapal nelayan jaring ikan teraebut di giring menuju Tanjung Sekodi perairan Selat Panjang, guna pemeriksaan lebih lanjut. Hasil dari pemeriksaan, tim menemukan 11 kemasan teh china berwarna hijau lengkao dengan aksara China di luar bungkusan itu yang diduga sabu. Kemudian ada juga tujuh bungkus pil ekstasi yang jumlahnya mencapai 63 ribu butir.

"Barang bukti kita bawa ke Laboratorium Bea dan Cukai Dumai. Setelag dilakukan pengujian, benar bahwa barang tesebut adalah narkoba," paparnya.

Sementara, pengakuan dari salah satu pelau, Ia sudah 12 kali menjemput narkoba dari Malaysia. "Modus operandinya pelaku masuk ke Malaysia dengan sarana kapal membawa muatan kayu teki dan kemudian pulang ke Indonesia membawa narkoba," paparnya.

"Mereka diupah sebesar Rp150 juta," tambahnya lagi.

Saat ini, kedua tersangka terancam hukuman pidana karena melanggar Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

 

Editor : Sany Panjaitan

Berita Terkait