Laporan Dugaan Gratifikasi Oknum Jaksa Masih 'Abu Abu'

Pasir Pengaraian, katakabar.com - Tim Asisten Pengawas (Aswas) Kejati Riau sudah datang ke Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) beberapa waktu lalu. Mereka datang untuk menindaklanjuti laporan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), soal dugaan suap oknum Jaksa berinisial (JS). Tapi hingga saat ini masih 'abu abu', lantaran belum ada titik terang perkembangannya.

Tim Aswas Kejati Riau belum dapat mengklarifikasi Tika anak terpidana Samsiah alias Si Mbok, sebelumnya membuat pernyataan mengejutkan kepada LSM tentang dugaan suap kepada salah seorang oknum Jaksa untuk meringankan tuntutan ibunya yang tersandung kasus narkotika.

Kasi Penegakan Hukum (Penkum) Kejati Riau, Muspidauan SH MH saat dikonfirmasi via seluler menjelaskan, penanganan perkara dugaan suap yang melibatkan oknum Jaksa di Kejari Rokan Hulu terkendala, sebab belum terpenuhi alat bukti. 

"Tika anak terpidana Samsiah alias si Mbok bersama saksi lainnya tidak pernah menghadiri panggilan Aswas Kejati Riau, ini kendala utama."

Dijelaskan, saat ini terkendala alat bukti untuk ditingkatkan menjadi inspeksi kasus, sebab Tika bersama saksi lainnya tidak pernah menghadiri panggilan Aswas, sehingga sulit untuk disimpulkan", kata Muspidauan kepada katakabar.com pada Kamis (26/3), kemarin.

Penanganan perkara ini perlu bukti untuk bisa ditingkatkan ke inspeksi kasus. Dalam pengawasan internal hukuman yang dijatuhkan dalam bentuk hukuman disiplin berbeda dengan penanganan perkara pidana.

Saat disinggung apa upaya yang dilakukan Aswas Kejati Riau untuk kembali memanggil Tika bersama saksi lainnya guna pengembangan kasus dugaan suap ini.  

Kasi Penegakan Hukum (Penkum) Kejati Riau menegaskan, segera berkoordinasi kembali dengan Tim Aswas.

Mengenai dugaan suap oknum Jaksa yang dilaporkan bakal memantau dan mempelajari perkembangan kasus dugaan suap oknum Jaksa yang saat ini ditangani oleh Tim Aswas Kejati Riau, kata Sekjen DPP LSM Bara Api Pusat, Hafifudin di ujung selulernya. 

Bila kasus dugaan suap oknum Jaksa tidak ditindaklanjuti, lembaganya bakal membawa perkara ini ke Jamwas Kejagung di Jakarta.

"Diminta Aswas bekerja lebih profesional tidak cuma mengklarifikasi sepihak dan tidak menjadikan alasan atau dalih Tika tidak menghadiri panggilan," tegasnya. 

 

 

Editor : Sahdan

Berita Terkait