Ratusan WNI Terlantar di Pelabuhan Muar Malaysia

Pekanbaru, katakabar.com - Sedikitnya seratusan Warga Negara Indonesia (WNI) dimana 57 diantaranya merupakan warga Riau terdampar di Pelabuhan Muar, Malaysia. Lantaran sebelumnya Kerajaan mengeluarkan maklumat agar warga negara asing yang izin tinggalnya akan segera habis harus keluar dari Malaysia.

Ketua PW GP Ansor Riau, Purwaji, berhasil berkomunikasi dengan salah satu WNI asal Dumai, Willy yang berada di sana, Sabtu (21/03). Diceritakannya para WNI ini diusir oleh otoritas setempat dari Pelabuhan Muar itu. Sehingga ada sebagian yang mencari penginapan, sebagian mencarin pelabuhan lain dan sebagian lagi kembali ke tempat kerjanya.

Awalnya dalam kunjungannya ke Malaysia mereka mengikuti arahan kerajaan (pemerintah Malaysia) untuk tetap tinggal di dalam rumah karena merebaknya pandemi virus corona di sana. Namun pada tanggal 19 Maret pihak kerajaan mengeluarkan maklumat agar warga negara asing yang izin tinggalnya akan segera habis keluar dari Malaysia.

Willy begitu mendapat konfirmasi dari kedutaan langsung menuju pelabuhan fery Muar untuk pulang ke Dumai, Indonesia.

“Namun setibanya di pelabuhan, ternyata pemerintah Indonesia sudah menutup perbatasan dan melarang masuk ke Indonesia termasuk ke Riau," paparnya.

Lanjutnya, dari cerita Willy memang ada kapal yang menyediakan untuk pemulangan WNI. Namun itu hanya khusus untuk warga yang berdomisili di Kepulauan Riau, melalui Batam. Selain itu ditolak.

Mereka berharap bagaimana bisa segera pulang berkumpul kembali dengan keluarga. Sementara saat ini mereka juga sudah diusir dari pelabuhan. Sekarang tidak boleh lagi di sana.

“Khawatirnya, kalau tak ada kepastian, justru siatuasi semakin rumit. Bisa saja mereka justru terpapar virus corona, sementara mereka pulang tidak bisa. Paspor sudah hampir habis jika memang harus kembali ke tempat kerjanya," beber Purwaji.

Purwaji berharap ada solusi dari pemerintah. Jika memang yang ditakutkan karena mereka terpapar virus Corona, mereka siap untuk mengikuti prosedur penanganan wabah itu.

"Kalau pun harus di karantina, mereka sepakat tidak ada masalah, siap mengikuti prosedur," pungkasnya.

 

Editor : Sany Panjaitan

Berita Terkait