Pilkada Serentak 2020

Cuma di 'Negeri Sagu' Deklarasi Tolak dan Lawan Politik Uang

Selatpanjang, katakabar.com - Kepala Kepolisian Resor Kepulauan Meranti, AKBP Eko Wimpiyanto Hardjito mengimbau seluruh masyarakat 'Negeri Sagu' nama lain dari Kepulauan Meranti, agar tidak terpengaruh dan terlibat praktek money politik atau politik uang dalam menghadapi Pilkada serentak yang dihelat pada 9 Desember 2020 mendatang.

Kondisi pandemi Covid 19 memang berdampak pada sektor ekonomi, tapi persoalan ekonomi tak cukup jadi alasan untuk menolak pesta demokrasi yang aman, damai, sejuk dan sehat.

"Jangan mau dimanfaatkan oleh oknum-oknum untuk melakukan praktek politik uang. Berdasarkan undang-undang Nomor 10 tahun 2016 tentang Pilkada, pemberi maupun penerima politik uang bisa dipidana," tegasnya saat menghadiri deklarasi tolak dan lawan politik uang pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Meranti Tahun 2020 yang digelar Bawaslu di Ballroom Hotel Grand Meranti, pada Selasa (1/12).

Dijelaskan AKBP Eko, guna mencegah terjadinya politik uang, pihaknya bakal mengintensifkan patroli di masa tenang. Itu bakal dilakukan hingga ke tingkat kecamatan bahkan desa.

"Bersama kita wujudkan Pilkada serentak 2020 di Kabupaten Kepulauan Meranti aman, damai, sejuk serta sehat fisik dan sehat politik," seru AKBP Eko.

Pembacaan deklarasi tolak dan lawan politik uang ini dipimpin Bupati Kepulauan Meranti, Irwan Nasir, diikuti Ketua Bawaslu Provinsi Riau, Rusidi Risdan, Ketua Bawaslu Kepulauan Meranti, Syamsurizal, Ketua DPRD, Ardiansyah,

Terus Ketua KPU Kepulauan Meranti, Abu Hamid, Kajari, Budi Rahardjo, Kaban Kesbangpol, Tasrizal Harahap, Danramil, Mayor Bismi Tambunan, Danposal Selatpanjang, Letda Laut (S) Jerry Hendra, Kasatpol PP Helfandi, Ketua MUI, Mustafa, para tokoh masyarakat, tokoh agama, serta pemuda, turut hadir.

Untuk mempertegas komitmen Pilkada serentak tahun 2020 Kepulauan Meranti, yang bersih dan sehat, digelar penandatanganan komitmen oleh Bupati Irwan, dan diikuti seluruh yang hadir.

Jangan ada kekuatan ekonomi dari kelompok tertentu, nantinya mencederai demokrasi yang merugikan masyarakat sendiri.

"Jangan mau harga diri kita dihargai dengan sejumlah uang yang nilainya tidak seberapa," imbau Bupati Kepulauan Meranti, Irwan Nasir dalam sambutannya.

Untuk menjaga Pilkada serentak 2020, yang bersih dan sehat tidak bisa sendiri, tapi butuh kerjasama semua pihak terutama para tokoh untuk memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat agar tidak terlibat politik uang baik jadi pemberi mau pun penerima.

"Masyarakat mesti paham, pemimpin yang bersih diperlukan untuk memajukan daerah dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat," pesannya.

Ketua Bawaslu Kepulauan Meranti, Syamsurizal mengaminkan Bupati Meranti. Dengan dilakukannya deklarasi ini dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk tidak terlibat politik uang.

"Pemimpin yang terpilih mudah-mudahan pemimpin yang lahir dari politik bersih, sesuai harapan masyarakat, dan mampu menjadikan Kepulauan Meranti lebih baik lima tahun ke depan," sebut Syamsurizal.

Berikut isi deklarasi tolak dan lawan politk uang.

Pertama, mensukseskan dan mendukung pelaksanaan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Meranti Tahun 2020. Kedua, berpartisipais aktif dalam rangka ikut serta mengawasi seluruh tahapan pemilihan.

Ketiga, mencegah dan menolak politik uang, politiisasi sara, ujaran kebencian dan berita hoaks. Keempat, tidak melakukan intimidasi kekerasan atau aktifitas dalam bentuk apapun yang dapat mengganggu proses pelaksanaan Pilkada Meranti 2020. Dan kelima, mewujudkan Pilkada Meranti 2020 yang bersih bebas politik uang.

Editor : Sahdan

Berita Terkait