Komisi IV DPRD Bengkalis Raker, Bahas Perlindungan Anak

Bengkalis, katakabar.com - Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bengkalis rapat kerja bersama dinas terkait membahas perlindungan terhadap anak dalam pusaran kasus kekerasan seksual dan edukasi kepada masyarakat di ruang paripurna DPRD Bengkalis, kemarin.

Ide rapat kerja tidak muncul begitu saja, tapi kasus terhadap anak di bawah umur berinisial SZ (17) beberapa waktu lalu di salah satu hotel di Bengkalis cukup mengejutkan dan jadi sorotan, yang mendorong para legislator untuk membicarakannya di gedung parlemen.

"Prihatin, anak merupakan estafet masa depan bangsa mesti mendapatkan perlindungan penuh dari pemerintah daerah dari segala bentuk kekerasan. Perlu ada langkah-langkah penegakan hukum dari kepolisian, penertiban di lapangan, edukasi dan pembinaan dari Dinas Sosial," kata Ketua Komisi IV DPRD Bengkalis, Sofyan 

Didamping sekretaris Komisi Irmi Syakip Arsalan dan anggota Hj.l Zahraini dan H Zamzami, Sofyan menegaskan, kekerasan terhadap perempuan dan anak utama untuk diperhatikan dan dicarikan solusinya. 

Itu sebabnya, Komisi IV DPRD meminta penjelasan dari Dinas Terkait soal, tegas Syopian.

Dinas Perlindungan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2A) Kabupaten Bengkalis diwakili Sekretarisnya, mengenaitugas dan fungsi Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Kabupaten Bengkalis. Berdasarkan data yang ada, pada Tahun 2018 lalu sudah penyelesaian kasus kekerasan perempuan dan anak sebanyak 97 kasus, di Tahun 2019 naik menjadi 125 kasus dan di Tahun 2020 sebanyak 55 kasus.

“Pihak Desa dan Kecamatan selalu berkoordinasi dengan Dinas P2A Kabupaten Bengkalis dalam penanganan kekerasan terhadap anak serta mendapatkan perlindungan sesuai dengan tugas dan fungsi Dinas P2A Kabupaten Bengkalis. Paling utama pencegahan pendampingan kasus kekerasan anak terpadu berbasis masyarakat atau PATBM di masing-masing Kecamatan hingga ke Desa yang sudah dibentuk di Kabupaten Bengkalis," katanya.

Kepolisian Resort Bengkalis yang diwakili PPA Polres Bengkalis, Bripda Marwanto menimpali, langkah-langkah penanganan terhadap kekerasan anak terutama kekerasan terhadap SZ sudabdilakukan dan pelaku dikenakan hukuman minimal 5 Tahun penjara dan maksimal 15 tahun penjara. 

Ada ancaman tambahan untuk pelaku yang memiliki hubungan sedarah, seperti ayah kandung atau abang kandung. Untuk pelaku dengan inisial H umur 53 Tahun dijerat dengan pasal berlapis yakni, kekerasan terhadap anak dan narkotika dengan hukuman mati. 

Jika seandainya dalam penyelidikan tidak terpenuhi pasal berlapis bisa dihukum seumur hidup.

“Dinas Sosial Kabupaten Bengkalis selalu berkoordinasi dengan baik dengan Dinas P2A yang berkaitan dengan gangguan sosial terhadap anak." 

Bantuan dari dampak kekerasan terhadap anak termasuk anak terlantar, dengan cara dilakukan pelatihan mulai dari pelatihan menjahit, salon, mengemudi dan pelatihan penunjang lainnya," ujar Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Bengkalis, Reza Noverindra.

Ketua LAMR Kabupaten Bengkalis, Sofyan Said menekankan, perlu sosialisasi penerapan adat, budaya dan kearifan lokal di Kabupaten Bengkalis terutama di sekolah-sekolah, sebab kekerasan terhadap anak dibawah umur sangat rentan terjadi di tingkat SLTP dan SMA sederajat, sebutnya.

Harapan Para Legislator

Dengan kegiatan ini ujar Ketua Komisi IV DPRD Bengkalis, Sofyan berharap kekerasan terhadap anak dapat diminimalisir di Kabupaten Bengkalis, semua stakeholder bekerjasama dengan baik dalam penanggulangan, sosialisasi, dan penanganan hukum yang layak terhadap kekerasan terhadap anak, penguatan terhadap program dinas P2A, pendidikan moral, karakter serta pemahaman agama di kegiatan tempat-tempat ibadah.

Irmi Syakip Arsalan menganjurkan agar Pemda membentuk komisi perlindungan anak daerah yang diinisiasi Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak.

"Saya kira DPRD perlu merekomendasikan kepada hotel di Bengkalis agar ditinjau ulang perizinannya, mereka bisa menerima tamu dalam konteks seperti apa, sehingga bisa menghindari hal-hal yang terjadi seperti baru-baru ini," ujarnya.

 

 

 

Editor : Sahdan

Berita Terkait