10 PSK Anak di Bawah Umur Layani Buronan FBI

Katakabar.com - Fakta baru terungkap terkait kasus yang melibatkan Russ Albert Medlin, buronan FBI atas perkara pencabulan terhadap anak di bawah umur. Korban bertambah, kini total menjadi 10 bocah yang 'melayani' Medlin.

Hal itu diungkap A alias Ariyana Ahmad (20), mendatangkan setidaknya 10 pekerja seks komersial (PSK) di bawah kediaman Russ Albert Medlin di Bilangan Jakarta Selatan.

"Kita sudah melakukan pendalaman, sudah kita tanya berapa korban yang pernah dibawa ke RAM dan sampai saat ini mengaku sekitar 10 (korban)," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, Sabtu (10/6).

Yusri menerangkan, A alias Ariyana Ahmad (20) mengenal Russ Albert Medlin sejak 2017 silam. Pertama kali bertemu di salah satu tempat hiburan di daerah Jakarta Barat.

"A bekerja di salah satu tempat hiburan di daerah Jakarta Barat sana. Di sana dia mengenal," ujar dia.

Tetapi, karena ada sesuatu hal hubungan diantara keduanya merenggang. A alias Ariyana Ahmad mulai bertemu lagi pada Februari 2019.

Sejak saat itulah, A alias Ariyana Ahmad menyiapkan beberapa wanita di bawah umur untuk menemani Russ Albert Medlin.

Berdasarkan pengakuan, setiap minggu ada dua sampai tiga anak di bawah umur yang dihadirkan ke hadapan Russ Albert Medlin.

"Ini yang masih terus kita dalami. Kalau kita lihat setiap minggu harus suplai ke sana 2 sampai 3 orang kemungkinan bisa lebih dari 10," ujar dia.

Sebelumnya, Polisi menangkap perempuan yang menyuplai anak di bawah umur untuk buron Federal Bureau of Investigation (FBI) Russ Albert Medlin. Wanita inisial A (20) ini bersembunyi di dalam bukit untuk menghindari kejaran polisi sebelum akhirnya ditangkap di Kecamatan Banjasari, Kabupaten Lebak, Banten pada pukul 13.00 WIB.

Yusri mengatakan, pihaknya telah mendeteksi keberadaan A sebelum penangkapan. Saat dilakukan pengerebekan, A kabur ke atas bukit.

"Memang saat mau dilakukan penangkapan, dia sempat melarikan diri ke atas bukit. Dari kecamatan itu naik ke atas sekitar 4 jam. Tapi sekarang sudah diamankan sekarang dalam perjalanan menuju Polda Metro Jaya untuk dilakukan pemeriksaan," kata dia.

Dari hasil interogasi awal, pelaku berdiam diri di Banten sejak menjadi buron Polda Metro Jaya. Kala itu, dia diberitahu temannya sedang dicari-cari polisi usai ada WNA buron FBI yang ditangkap di Brawijaya, Jakarta Selatan.

"Semenjak mendengar kabar di media bahwa yang bersangkutan menjadi DPO Polda Metro Jaya, kemudian dia melarikan diri ke sana (Banten)," ujar dia.

Sumber : Liputan6.com

Editor : Sany Panjaitan

Berita Terkait