2 Anggota Dewan Positif Covid-19, Kantor DPRD Ini Ditutup

Katakabar.com - Dua anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Garut dinyatakan positif Covid-19 setelah mengikuti tes swab beberapa waktu lalu. Dengan adanya temuan kasus tersebut, kantor DPRD Garut yang berada di Jalan Proklamasi, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut itu pun ditutup sementara.

Wakil Ketua DPRD Garut, HR M Romli membenarkan adanya dua anggota DPRD yang terpapar virus Covid-19.

"Diketahuinya hasil itu setelah seluruh anggota DPRD Garut melakukan tes usap pada Senin (10/8) kemarin. Keduanya sudah diisolasi," kata Romli, Sabtu (15/8).

Romli mengungkapkan bahwa dengan adanya dua anggota DPRD Garut yang positif Covid-19, kantor DPRD Garut pun ditutup untuk sementara sampai waktu yang belum ditentukan. Seluruh anggota DPRD Garut diarahkan untuk bekerja dari rumah.

Sementara itu, Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman, membenarkan adanya dua anggota DPRD Garut yang terkonfirmasi positif Covid-19. Keduanya jadi kasus ke-57 atau KC-57 dan KC-59. Untuk KC-58 adalah warga Kecamatan Pangatikan yang berusia 52 tahun dan tidak berkaitan dengan klaster DPRD Garut.

"Jadi ada tiga kasus baru yang hasilnya keluar kemarin. Yang dua berasal dari DPRD. Sekarang mereka sudah menjalani isolasi di rumah sakit," katanya.

Untuk anggota DPRD yang dinyatakan positif Covid-19, dijelaskan Helmi, berdomisili di Kecamatan Bayongbong dan Cisurupan, Kabupaten Garut.

"Saat ini tim sedang melakukan penelusuran dan kemungkinan kedua anggota dewan itu tertular dari luar Garut. Makanya dalam dua minggu ini, DPRD akan WFH (work from home) dulu. Sekarang sudah dilakukan tracing dan tracking," tutupnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, salah satu anggota DPRD Garut yang dinyatakan positif itu sempat hadir dalam rapat paripurna mendengarkan pidato Presiden Republik Indonesia secara online. Kegiatan tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat penting di Kabupaten Garut.

Merdeka.com

 

Editor : Sany Panjaitan

Berita Terkait