AGK Bilang Penerapan Industri 4.0 Mampuk Kerek Daya Saing IKM

  • Reporter:
  • 13 Desember 2019, 14:33:53 WIB
  • Ekonomi

Jakarta, katakabar.com - Revolusi industri 4.0 sebuah keniscayaan yang mesti dihadap para pelaku usaha di Indonesia, termasuk sektor industri kecil dan menengah (IKM). Saat ini, teknologi industri 4.0 yang umumnya bebasis pada digital, dinilai bisa menjadi tools dalam mendukung produktivitas sektor industri secara lebih efisien sehingga dapat mendongkrak daya saing.

“Dengan teknologi industri 4.0, bisa membantu untuk menekan berbagai biaya dari sebuah proses produksi. Bahkan, tidak perlu dikhawatirkan tentang dampak ketersediaan lapangan kerja,” ujar Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita di acara Semarak Festival IKMA 2019 di Jakarta lewat siaran persnya dilansir dari Situs Resmi Kemenperin RI.

Penerapan industri 4.0 kata AGK, bisa menimbulkan peluang terhadap pembukaan lapangan kerja baru. Contohnya, perusahaan rintisan (startup) kian marak bermunculan di dalam negeri, sebagian ada yang menyerap cukup banyak tenaga kerja seperti, Gojek serta lainnya. Bahkan, industri 4.0 mampu membuka peluang-peluang bisnis baru,” jelasnya.

Itu sebabnya, pemerintah fokus dan memberikan perhatian lebih dalam upaya pengembangan pelaku IKM sebab, sektor ini mampu menjadi tulang punggung perekonomian nasional. 

“Dalam sejarahnya, saat Indonesia menghadapi krisis ekonomi, IKM salah satu sektor usaha yang bisa bertahan,” terangnya.

Dalam 15 Tahun mendatang, Indonesia bakal mengalami bonus demografi. Ini momentum untuk menumbuhkan jumlah wirausaha muda, termasuk pelaku IKM. 

“Pemerintah telah meluncurkan Making Indonesia 4.0. Peta jalan ini tidak cuma diimplementasikan untuk industri skala besar, tapi untuk sektor IKM."

Menurut Menperin RI, peran startup sebagai kaum muda millenial sangat penting dalam membawa Indonesia lebih cepat menuju revolusi industri 4.0. Inovasi para startup ini diharapkan memberikan solusi bagi industri dan masyarakat dalam mengadopsi teknologi, sehingga menjadi lebih efisien dalam hal biaya, energi dan waktu.

Untuk itu, program kompetisi “Startup4Industry” yang digagas Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) menjadi sebuah jembatan inovasi karya anak bangsa terhadap kebutuhan industri saat ini.

“Pelaksanaan acara Semarak Festival IKMA merupakan salah satu perwujudan Kemenperin untuk turut berperan dalam peningkatan daya saing produk serta sumber daya manusia khususnya pada sektor IKMA," katanya.

Dirjen IKMA Kemenperin, Gati Wibawaningsih menimpali, Semarak Festival IKMA 2019, menjadi bagian tugas dan fungsi Kemenperin untuk menumbuhkan dan mengembangkan sektor IKMA. Tujuan lainnya, untuk memberi visualisasi atas kinerja yang sudah dicapai Kemenperin, khususnya terhadap kemajuan IKMA di Indonesia.

“Acara ini merupakan persembahan kepada sektor IKMA yang sudah bersungguh-sungguh meningkatkan daya saingnya dengan kompetisi, dukungan fasilitasi dan sertifikasi untuk bertransformasi menuju IKMA 4.0,” sebut Gati.

 

Editor : Sahdan

Berita Terkait