AGK Rayu Industri Amerika Investasi di Pulau Batam

  • Reporter:
  • 28 Desember 2019, 12:34:53 WIB
  • Ekonomi

Jakarta, katakabar.com - Kementerian Perindustrian fokus dan terus mendorong tumbuhnya industri perawatan dan perbaikan pesawat atau maintenance, repair and overhaul (MRO) di Indonesia.

Sektor bisnis ini dinilai prospektif lantaran ditopang dengan meningkatnya bisnis industri penerbangan.

"Kondisi industri penerbangan di Indonesia yang terus tumbuh, sangat optimiestis peluang industri MRO untuk tumbuh semakin besar,” ujar Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Agus Gumiwang Kartasasmita lewat siaran persnya seperti dilansir dari Situs Resmi Kemenperin RI.

Weekend lalu, Menperin RI didampingi Sekretaris Jenderal Kemenperin, Achmad Sigit Dwiwahjono bersama anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Yorrys Raweyai serta Konsul Jenderal RI di Los Angeles, Saud P Krisnawan mengunjungi Unical selaku perusahaan MRO di Amerika Serikat.

Unical berdiri sejak 1990 silam, perusahaan ini penyedia komponen dan jasa perawatan aftermarket pesawat terbang. Berlokasi di Los Angeles, perusahaan ini telah melayani penerbangan komersil mau pun militer.

Unical punya beberapa anak perusahaan dengan spesifikasi masing masing. Contohnya, Unical MRO untuk aircraft storage and dismantling bidang penyimpanan dan bongkar pesawat. Unical 145 untuk MRO parts dan komponen pesawat serta perbaikan mesin. Unical Aero untuk produksi parts, komponen dan sistem untuk aplikasi komersil terus, Unical Defense untuk mendukung militer.

“Kata Agus, mereka mau mengembangkan sayapnya di Batam. Mereka sudah melayani penjualan spare part dan sudah ada kantor penjualan di Jakarta,” jelasnya.

Menurutnya, industri MRO di Indonesia semakin kompetitif. Saat ini, sudah mampu menyediakan berbagai jasa perawatan pesawat, seperti, airframe, instrument, engine, radio, emergency equipment dan line maintenance. Artinya, sudah punya cukup daya saing. Jadi, industri MRO tidak cuma melayani airline dalam negeri, tapi dari luar negeri.

Industri penerbangan dalam negeri terus berkembang dan mengalami pertumbuhan yang signifikan. Ini diindikasikan dengan kenaikan jumlah lalu lintas udara, baik penumpang mau pun untuk arus barang.

"Pertumbuhan jumlah penumpang udara domestik meningkat rata rata 15 persen per Tahun kurun Sepuluh tahun belakangan. Jumlah penumpang udara internasional naik hingga sekitar Delapan persen. Indonesia merupakan negara terbesar ketiga di Asia dalam pembelian pesawat udara setelah China dan India, tandasnya.

Editor : Sahdan

Berita Terkait