AGK Seru Pengusaha Taiwan Investasi Sektor Otomotif

  • Reporter:
  • 25 Desember 2019, 22:54:00 WIB
  • Ekonomi

Jakarta, katakabar.com - Kementerian Perindustrian Republik Indonesia punya impian dan menargetkan Indonesia bakal menjadi hub atau pusat pengembangan produksi kendaraan listrik di kawasan ASEAN pada 2030 mendatang. 

Impian itu bisa tecapai sebab, di topang potensi pasar yang sangat besar di indonesia. Tinggal bagaimana keseriusan pemerintah untuk mewujudkannya target menjadikan Indonesia sebagai pusat produksi

Salah satu fokus pemerintah merumuskan dan menerbitkan kebijakan yang mendukung target tersebut. Berharap pelaku industri Taiwan ada yang berminat investasi di sector otomotif, ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dlansir dari Situs Resmi Kemenperin RI.

Di pekan ketiga Desember 2019 lalu, saya menghadiri Luncheon Meeting dengan para CEO dari perusahaan-perusahaan di Taiwan. 

“Pemerintah Indonesia membuka pintu kepada para investor yang ingin masuk ke Indonesia untuk menumbuhkan industri manufaktur, termasuk sektor otomotif."

Langkah ini diambil guna memperkuat struktur industri di dalam negeri, mulai dari sektor hulu sampai hilir, ujarnya.

Kata Agus, dalam rangka meningkatkan produktivitas, rasio kepemilikan mobil yang ada di Indonesia perlu di pacu. Merujuk data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), rasio kepemilikan mobil di Indonesia baru sekitar 87 unit per 1.000 orang, masih rendah di bawah negara tetangga seperti, Malaysia yang mencapai 450 unit per 1.000 orang dan Thailand sebanyak 220 unit per 1.000 orang, rincinya.

Prospek penjualan mobil di Indonesia masih sangat menjanjikan. Apabila bertambah satu unit dari 87 ke 88 unit, berarti penjualan bakal naik sekitar 260 Ribu unit. 

"Dengan populasi penduduk kita 260 Juta jiwa, room to grow bagi industri ini begitu besar,” katanya.

Berdasarkan peta jalan Making Indonesia 4.0, industri otomotif merupakan satu dari Lima sektor manufaktur yang mendapat prioritas pengembangan, terutama agar siap mengimplementasikan industri 4.0. 

“Jadi, industri otomotif sebagai bagian dari lokomotif sektor manufaktur di dalam negeri, bakal mendongkrak PDB nasional menjadi 10 besar di dunia pada Tahun 2030,” imbuhnya.

Editor : Sahdan

Berita Terkait