Aktivitas Korporasi Mesti Sejahterakan Masyarakat

Jambi, katakabar.com - Pemerintah mesti hadir untuk memastikan aktivitas korporasi tidak mencemari lingkungan sekitar dan tidak mengorbankan kesejahteraan mata pencarian masyarakat sekitar. 

Salah satu kasus yang jadi sorotan Komisi IV DPR RI adalah adanya dugaan pencemaran lingkungan yang dilakukan PT Lontar Papyrus, sebuah paprik pulp di Desa Kalagian, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi, seperti dikutip dari Situs Resmi DPR RI.  

“Dari laporan masyarakat, mereka sudah tidak mendapatkan mata pencaharian mereka, seperti mencari ikan dan udang di sungai.

Selama kurang lebih 10 Tahun belakangan ini, untuk mendapatkan ikan dan udang sudah sangat sulit. Ini berarti ada indikasi pencemaran lingkungan. Ada perusakan ekosistem yang ada di sungai itu,” begitu analisa Anggota Komisi IV DPR RI, Yohanis Fransiskus Lema, setelah mengikuti Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV DPR RI meninjau Sungai Pengabuan, Desa Kalagian, Jambi, di penghujung pekan ketiga Februari 2020 lalu.  

Politisi di sapa akrab, Ansy Lema seru dinas- terkait untuk mencari akar persoalannya dan bakal melihat sejauh mana komitmen dan keberanian pihak-pihak terkait dalam mengurai permasalahan ini. 

“Sebenarnya benang merahnya terlihat jelas, tinggal lihat keberanian dari dinas terkait dalam menyelesaikan persoalan. Harus terbuka dan transparan, agat semua tahu apa sebetulnya akar permasalahan yang sebabkan pencemaran (sungai) ini,” dorong legislator dapil NTT II ini.  

Ditekankan Ansy Lema, pihak perusahaan jangan cuma memikirkan keuntungan semata, tapi harus memikirkan keuntungan yang didapatkan masyarakat sekitar dari adanya perusahaan itu.

“Kalau ada potensi, mengapa tidak dijadikan program CSR yang bisa memberikan manfaat bagi masyarakat, biar kehadiran perusahaan itu tidak untuk menyingkirkan masyarakat, tapi men-support dan memberdayakan masyarakat, seperti ada potensi perikanan air tawar. Andai perusahaan imengalokasikan sejumlah dana, melakukan pendampingan, endingnya masyarakat merasa senang,” usulnya.  

Politisi Partai berlambang Moncong Putih ini menambahkan, dengan adanya pencemaran Sungai Pengabuan ini, bisa menjadi pintu masuk untuk melakukan pembenahan secara komprehensif. 

Ke depan, jika sungainya sudah bersih dan steril dari limbah, bisa diberdayakan untuk memperbaiki ekosistem sungai. 

“Jika sungainya sudah terbebas dari limbah pabrik, bisa disebar benih ikan dan udang, ini harus ada dukungan dari dinas terkait."

Editor : Sahdan

Berita Terkait