Alamak, Buruh Lepas Ini Tega Setubuhi Anak Bawah Umur

Duri, katakabar.com - Seorang warga simpang Jurong, Desa Petani, Kecamatan Bathin Solapan, belakangan diketahui bernama SO umur 35 tahun sehari-hari bekerja sebagai buruh lepas dari Rabu (15/9) kemarin meringkuk di dalam penjara Kepolisian Sektor Kecamatan Mandau.

Pria itu dijebloskan ke penjara gegara tak kuat menahan nafsu birahi, dan melampiaskan hasratnya yang sudah di ubun-ubun kepada anak bawah umur.

Kepala Kepolisian Sektor Kecamatan Mandau, AKP Juliper LT kepada wartawan lewat siaran persnya pada Rabu (15/9) kemarin mengatakan, tindak pidana pencabulan terungkap bermula dari pengakuan korban telah disetubuhi pelaku satu kali pada Rabu (4/8) lalu. Sebelumnya, pelaku sudah pernah meraba-raba korban saat berumur 10 tahun.

Kronologinya, kejadian tersebut saat itu pelapor sedang berada di rumah pelapor dapat telepon dari adik pelapor bernama Rusman, agar segera jumpai tetangga pelapor bernama Nomi.

Mendengar itu, pelapor menjumpai tetangga pelapor, Nomi. Setelah bertemu dengan Nomi, pelapor betapa terkejut mendengar cerita anak pelapor (korban) telah di setubuhi.

Pelapor menanyakan kepada korban, apa benar terlapor telah berbuat cabul kepada korban?

"Benar, telah di raba-raba terlapor sewaktu korban berumur 10 tahun dan terlapor  telah menyetubuhi korban sebanyak satu kali pada hari Rabu (4/8) lalu," cerita korban.

Berdasarkan kejadian tersebut pelapor merasa tidak senang, dan melaporkan kejadian kepada pihak kepolisian untuk penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut, kata AKP Juliper.

Dari laporan polisi sambung Kapolsek Kecamatan Mandau ini, Tim Opsnal Polsek Mandau melakukan penyelidikan terhadap keberadaan pelaku dan pada Rabu (15/9) sekitar pukul 19.30 WIB, dan berhasil menangkap pelaku di rumahnya di kawasan simpang Jurong Desa Petani Kecamatan Bathin Solapan Kabupaten Bengkalis.

"Hasil interogasi, pelaku akui ada melakukan perbuatan cabul terhadap korban yang tak lain adalah anak tirinya sendiri. Selanjutnya pelaku beserta barang bukti hasil visum (VER) dibawa ke Polsek Mandau untuk penyidikan lebih lanjut.

Pelaku dijerat dengan rumusan pasal 82 ayat 1 UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, tandasnya.

Editor : Sahdan

Berita Terkait