Aleg Riau ke Meranti, Bahas Infrastruktur dan Corona

Kepulauan Meranti, katakabar.com - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti kedatangan tamu kehormatan. Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Riau yang datang melakukan Kunjungan Kerja (Kunker), pada Kamis (24/9).

Sekretaris Daerah Kepulauan Meranti, Kamsol yang sambut dan menerima legislstor dari Provinsi Riau, bertempat di ruang rapat Melati, Kantor Bupati.

Ada Kadiskes Meranti, Misri Hasanto, Asisten II Setdakab Meranti, Asrorudin, Kabag Hukum dan HAM Setdakab Meranti, Sudandri Jauzah, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kepulauan Meranti, Agus Yanto.

Tidak cuma itu, Camat Tebing Tinggi, Rayan Pribadi, Camat Tebing Tinggi Barat, Said Jamhur, Kadisdukcapil Kepulauan Meranti, Hariyandi, Direktur RSUD Kepulauan Meranti, Riasari, dan Kabid Linmas Satpol PP Kepulauan Meranti, Masdiana turut mendampingi.

Komisi I DPRD Riau dipimpin Ketua Komisi Ade Agus Hartanto, didampingi anggota dari Komisi I DPRD Riau, Sardiyono, Septina Primawati, Suprianto, dan Suhaidi.

APBD Perubahan tahun 2020 di Provinsi Riau menurun hampir Rp2 triliun, berdampak kepada kebijakan yang diambil terpaksa menghapus program rumah layak huni pada tahun ini.

Lantaran sisa anggaran cuma berkisar Rp200 miliar, program rumah layak huni ditunda pada 2021 mendatang. Anggaran itu dialihkan ke program pembangunan infrastruktur jalan, begitu kesepakata di APBD Perubahan, cerita Ketua Komisi I DPRD Provinsi Riau, Ade Agus Hartanto dalam sambutannya.

Dijelaskan Ade, pihaknya mau mendapatkan informasi mengenai sinkronisasi antara Pemerintah Kabupaten dan Provinsi Riau, guna mensinergikan program-program tersebut, ujarnya.

Selain infrastruktur, rombongan Komisi I DPRD Provinsi Riau membahas penanganan Covid 19 dan mengenai kependudukan catatan sipil yang difokuskan di Kecamatan Tebing Tinggi dan Tebing Tinggi Barat.

Anggota Komis I DPRD Provinsi Riau, Suhaidi, menimpali, permasalahan setiap Pemilu adanya DPT yang tidak sinkron dengan yang dicoklit. Ini tugas Disdukcapil untuk sinkronkan data pemilih, agar hak pemilih tidak tercecer, pesannya.

Soal penanganan Covid 19 di Meranti, dari Januari 2020 Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti sudah melakukan upaya pencegahan wabah yang tak kasat mata ini.

"Pada 3 Maret 2020 Covid 19 masuk ke Indonesia, terus pada 16 Maret 2020 Gubernur Riau menyatakan siaga darurat Corona, dan pada 17 Maret 2020 Meranti sudah menyatakan siaga darurat,” ulas Kadiskes Kepulauan Meranti, Misri Hasanto.

Untuk penanganan Covid 19 rada beda dengan daerah lainnya, sebab Meranti wilayah kepulauan. Kalau ada upaya lockdown, itu cuma di pulau tertentu.

Upaya lain yang dilakukan, dengan merenovasi ruangan di RSUD Kepulauan Meranti, dan menambah beberapa fasilitas di dalamnya, jelasnya.

Sekda Kepulauan Meranti, Kamsol menambahkan, Pemkab Kepulauan Meranti sudah menerapkan peraturan gubernur soal tindakan disiplin. Terus menerbitkan peraturan Bupati tentang pencegahan Covid 19. Tujuannya, untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat disiplin menerapkan protokol kesehatan yang sudah ditetapkan.

Untuk menunjang perekonomian, kita mengajak mesyarakat untuk berinovasi, seperti bercocok tanam. Ini sesaui potensi yang ada di Meranti, masih cukup luas lahan kosong yang bisa dimanfaatkan untuk bercocok tanam. Apabila dikelola dengan baik, bisa menopang ekonomi daerah, tandasnya.

Editor : Sahdan

Berita Terkait