Amankan 87 Kilogram Sabu Dari 7 Pelaku, Kapolda Riau: Jangan Tergoda Rayuan Maut

Pekanbaru, katakabar.com - Tim Subdit I Ditresnarkoba yang dipimpin AKBP Hardian geledah pondok kayu di kawasan Jalan Bangdes Sungai Parit Kota Dumai. Hal itu berkat akurasi informasi yang diterima pada Jum'at (25/9) sekitar pukul 05.30 WIB lalu.

Di lokasi kejadian Tim amankan 5 orang. Saat digeledah sekitar pondok ditemukan box biru berisi lima buah tas hitam di dalamnya diduga narkotika jenis sabu total 87 bungkus.

Tak sampai di situ, Tim melakukan pengembangan di kawaasan Jalan Moh. Yamin dan Jalan Pelajar Kota Dumai, dan menangkap dua pelaku lain yang bekerja sebagai transporter (becak laut). Peran kedua pelaku ini sebagai pembawa narkotika jenis sabu dari Boya atau lampu suar navigasi lalu lintas laut perbatasan Malaysia via Indonesia.

Berikut ini nama-nama ketujuh pelaku, meliputi AS umur 20 tahun, MA umur 19 tahun, YF umur 30 tahun, MS umur 22 tahun, AS umur 20 tahun, DA umur 54 tahun, dan AG umur 52 tahun.

Barang Bukti yang diamankan, berupa
delapan puluh tujuh bungkus narkotika jenis sabu di dalam lima buah tas,
satu buah box plastik persegi biru tempat penyimpanan tas-tas yang berisi sabu, lima buah handhone merk Nokia, Oppo dan Samsung, satu unit kapal 10 m dengan tiga mesin Yamaha 200, dan satu unit kapal kayu tanpa mesin.

Kapolda Riau, Irjen Agung Setia Imam Effendi saat konferensi pers bersama Kepala BNNP Riau, Brigjen Robinson Siregar, Dir Resnarkoba, Kombes Victor Siahaan, Kabid Humas, Kombes Sunarto, Kabid Labfor, AKBP Yani Nursyamsu, serta perwakilan dari Kejaksaan Tinggi Riau dan Kejaksaan Negeri Bengkalis menegaskan, tidak ada ruang bagi peredaran narkoba di provinsi Riau.

“Saya tegaskan tidak ada ruang bagi sindikat narkoba di sini, baik itu sindikat internasional maupun sindikat lokal. Semakin lama yang saya tangkap orangnya semakin terpelajar dan memiliki intelektual yang memadai untuk tidak terjerumus dalam perdagangan narkoba,” tegasnya.

Kata Irjen Pol Agung, pihaknya bersama seluruh stakeholder, baik BNNP Riau dan lainnya mau memberikan jawaban atas persoalan peredaran narkoba di Provinsi Riau.

“Ini masalah hukum jawabannya bagaimana mereka berproses hukum semestinya agar di hukum seberat-beratnya. Kita tahu peredaran ini masih dikendalikan kelompok-kelompok lama yang sudah beberapa kali terlibat dengan peredaran,” ulasnya.

Untuk itu kepada masyarakat yang ada di perairan agar tidak tergoda rayuan pelaku narkoba.

“Iming-iming untuk menjadi bagian dari peredaran narkoba sangat besar di sana.  Ingat sesuatu tidak halal dan melanggar agama apapun, serta melanggar hukum pidana yang kita tegakkan setegak-tegaknya,” ujar Jenderal Bintang Dua ini.

Para pelaku dijerat Pasal 114 Ayat (2) Jo Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika. Ancaman Hukuman mati atau penjara paling singkat 5 (lima) tahun, paling lama 20 (dua puluh) tahun, tambahnya.

Editor : Sahdan

Berita Terkait