AMSS Sumbar, Cepat Tangani Kasus Korupsi Lagi Hangat di Republik ini

Padang, katakabar.com - Puluhan orang yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Minang Sumbar (AMSS) mendatangi gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumbar.

Di sana, massa AMSS sampaikan aspirasi terkait persoalan korupsi yang semakin marak, meski lumayan banyak dugaan kasus korupsi yang telah di singkap.

“Kami ke sini tidak punya kepentingan politik, cuma  menyuarakan pemberantasan korupsi dapat dilakukan dengan baik terutama kasus yang lagi hangat, seperi KPU, beberapa BUMN seperti Jiwasraya, Asabri dan lainnya,” kata juru bicara Aliansi Masyarakat Minang Sumbar, Aldi Sani, seperti dilansir dari Situs Resmi Pemprov Sumatera Barat.

Ketua AMSS Sumbar ini menekankan dan meminta penanganan korupsi di negeri ini dapat dilakukan dengan cepat.  Kami memberikan tenggang waktu Tiga Bulan lamanya, agar seluruh persoalan ini terang dan jelas siapa pelakunya dan kerugian negara dapat dipulangkan kembali.

Kita miris melihat banyaknya penangkapan koruptor namun korupsi tetap terjadi. Hal ini menunjukkan ada sistem yang lemah dalam penanganan kasus korupsi, tegasnya.

Kepada DPR RI untuk membuat panitia khusus untuk membahas seluruh mega korupsi yang ada saat ini, tidak hanya Pansus Jiwasraya.

“Kasus korupsi bak gunung es, hanya sedikit yang terungkap dan banyak yang tidak. Lemahnya pengungkapan mesti disikapi secara tegas oleh DPR, jika KPK bermasalah harus dikuatkan,” jelasnya.

Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat, Irsyad Safar yang menerima aspirasi masyarakat didampinngi Sekretaris, Dewan Raflis mengatakan, secara kelembagaan DPRD Sumbar telah menerima aspirasi dari masyarakat dan selanjutnya disampaikan kepada pihak terkait

“Kita menerima aspirasi ini dan bakal diteruskan ke pusat agar ditindaklanjuti,” ujarnya.

Sebelumnya puluhan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Minang Sumbar menggelar aksi unjuk rasa yang digelar di kantor DPRD Sumatera Barat Tiga hari lalu.

Puluhan orang tersebut datang ke DPRD Sumbar setelah melakukan aksi berjalan kaki dari Masjid Raya Sumatera Barat.

Mereka membawa sejumlah spanduk yang berisikan aspirasi yang mereka suarakan  Sesampai di DPRD massa berhenti di gerbang DPRD Sumbar, lantaran pihak kepolisian menutup pagar gedung.

Kabag Ops Polresta Padang, Kompol Alwi Haskar mengatakan, pihaknya bakal memediasi massa dengan pihak dewan untuk menyampaikan aspirasi.

"Kita minta perwakilan untuk masuk dan menyampaikan aspirasi secara langsung dan untuk penyampaian aspirasi dapat dilakukan di luar gerbang saja. Kita bawa perwakilan massa untuk ke dalam gedung menyampaikan aspirasi secara langsung,” tegasnya.

Editor : Sahdan

Berita Terkait