Andre Taulany: Saya Sakit Hati, Kenapa Beda Rp 200.000 Dikasih ke Orang

Jakarta, katakabar.com - Pembawa acara Andre Taulany rupanya merasa menyesal telah menjual mobil BMW E30. Alasan Andre saat itu karena dia merasa keamanan mobil-mobil tua kurang menjamin keselamatan.

Ia pun memilih menggunakan mobil keluaran terbaru. Namun, hasrat Andre untuk memiliki mobil tua kembali muncul pada 2014. Lagi-lagi, ia menginginkan mobil yang sama, yakni BMW E30.

"Ada incaran spesifikasi paling bagus. BMW tahun 1988," kata Andre dalam kanal YouTube-nya, TAULANY TV, dalam video berjudul "CINTA PERTAMA DENGAN BMW E30" yang dikutip Kompas.com, Sabtu (23/11).

Menurut Andre, mobil BMW E30 yang diincarnya memiliki kualitas yang bagus, yakni dari segi body yang mulus, mesin matic, surat-surat lengkap, hingga ada nota pembelian pertama.

Andre menemukan mobil tersebut di sebuah bengkel. Kepada pemilik mobil, Andre melakukan tawar menawar harga.

"Kami negosiasi harga. Saya menawar, dia juga mempertahankan harga. Kami tarik menarik," kata Andre.

Sayangnya, tawaran Andre kurang berhasil. Mobil incaran Andre sudah dilepas pemilik mobil kepada penawar lainnya. "Ternyata penawaran orang lain lebih tinggi dari saya. Padahal bedanya cuma Rp 200.000. Saya sangat sakit hati banget itu. Kenapa bedanya cuma Rp 200.000 dikasih ke orang. Tapi, ya, sudahlah bukan jodoh saya," kata dia.

Sudah terlanjur suka.

Andre mengincar terus hingga dua tahun lamanya. Ia pun menemui pemilik baru mobil tersebut. "Saya bujuk orangnya. Beliau berkata, 'wahai Bapak Andre, mobil ini belum bisa saya jual karena anak saya masih suka'," kata Andre.

Andre pun mulai ikhlas. Ia merasa mobil tersebut bukanlah jodohnya. Namun 1,5 tahun kemudian, pemilik baru mobil tersebut menghubungi Andre dan menawarkan mobil tersebut.

Andre yang awalnya sudah ikhlas langsung bergetar hatinya. Ia merasa salah dan mobil tersebut memang jodohnya. "Saya sambut penawaran dia. Saya masih minat. Tapi, enggak sepenawaran dulu. Dananya juga terbatas," kata Andre.

"Akhirnya proses berjalan dan lama-lama menuju ke arah titik temu. Akhirnya deal di satu harga tertentu. Alhamdulillah, akhirnya jodoh enggak ke mana," sambung Andre.


 

 

Editor : Sany Panjaitan

Berita Terkait