Apkasindo Semakin Kuat di Usia ke-20

Pekanbaru, Katakabar.com - Usia Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) kini menginjak ke 20 tahun sejak terbentuknya pada tahun 2000 silam. Di usia yang sudah cukup dewasa itu, tokoh perkebunan  yakni Prof. Agus Pakpahan selaku Dewan Pembina DPP Apkasindo dan Dr. Bayu Krisnamurthi yang merukakan Wakil Menteri Perdagangan periode 2011-2014 berharap Apkasindo semakin kuat dan solid.

Prof. Agus Pakpahan mengatakan memang diusianya yang ke 20 tahun ini Apkasindo sudah lebih maju dari sebelumnya. Namun, dia menilai Apkasindo harus lebih kuat lagi mengingat  tantangan yang dihadapi petani lebih berat termasuk juga untuk petani kelapa sawit.

Ia menjelaskan bahwa dunia sudah membuktikan, bahwa hanya organisasi petani yang makin kuat, makin maju dan makin mampu mensejahterakan anggota-anggota serta lingkungan petani, maka, pertanian akan mencapai berbagai kemajuan yang mensejahterakan anggota-anggotanya. 

“Lebih dari 7000 tahun pertanian mengalami evolusi dan telah membuktikan menjadi landasan berkembangnya peradaban di atasnya, namun ternyata pertanian baik untuk kemajuan peradaban tetapi tidak bagi para petani,” katanya, Kamis (29/10).

Untuk itu, Prof Agus berharap Apkasindo menjadi pelopor untuk mengubah situasi tersebut di masa depan.

Senada dengan Prof Agus, Dr. Bayu Krisnamurthi menuturkan usia 20 tahun merupakan usia dewasa bagi organisasi seperti Apkasindo. Kini, Apkasindo menjadi organisasi nasional yang semakin menunjukkan kematangan dan kedewasaan strategis menghadapi berbagai tantangan petani sawit rakyat. 

“Dibawah kepemimpinan pak Gulat dan pak Rino yang memperhatikan arahan Pembina Pak Moeldoko. Jelas, Apkasindo  melihat ke masa depan tanpa melupakan sejarah perjuangan para ketua dan aktivis petani sawit sebelumnya. Dirgahayu Apkasindo, semoga petani sawit rakyat Indonesia semakin sejahtera,” harap Bayu Krisnamurthi.

Sementara itu, Ketua Umum DPP Apkasindo Gulat Manurung menjelaksn tanggal 28 Oktober menjadi hari bersejarah bagi Apkasindo. Petani sekarang ini sangat senang dengan program Presiden Joko Widodo dan Wapres RI KH. Ma’ruf Amin yang memperhatikan kebutuhan petani sawit melalui program peremajaan sawit rakyat.

“Perjalanan Apkasindo tidak terlepas dari dukungan Dewan Pembina yang diketuai Bapak Jenderal Moeldoko dan Dewan Pakar, Prof. Agus Pakpahan. Kami juga ucapkan terima kasih kepada Menteri Pertanian, Bapak Syahrul Yasin Limpo, Dirjen Perkebunan, Dirut BPDPKS.”

Gulat mengatakan  salah satu tantangan yang dihadapi tahun ini adalah mandatori ISPO petani. Kendati, banyak petani belum siap tetapi Apkasindo yakin pemerintah akan membantu. 

Menyinggung soalan kawasan hutan, Gulat menceritakan, UU Cipta Kerja merupakan kado terbaik bagi petani sawit. Terbitnya aturan sapu jagat ini membantu penyelesaian kebun petani di kawasan hutan. 

"Tahun ini adalah tahun kemenangan kita. PSR berjalan sangat baik dari tahun-tahun sebelumnya melalui relaksasi persyaratan. Tidak lupa, BPDPKS di bawah Bapak Eddi Abdurrachman memberi perhatian penuh kepada petani," katanya.

Tahun depan, menurut kandidat doktor lingkungan ini, telah dipersiapkan sebagai tahun hilirisasi bagi petani sawit sebagaimana arahan Presiden Jokowi, mengkorporasikan koperasi Petani. Petani telah siap mengelola pabrik sawit sendiri. Selain dapat menghasilkan produk berbahan sawit seperti hand sanitizer dan produk pangan. 

Apkasindo juga merasa bangga dan mengucapkan apresiasi atas dukungan berbagai pihak seperti DMSI (Dewan Minyak Sawit Indonesia), GAPKI, Mutu Certification, PPKS, IPB University, UGM, Surveyor Indonesia, Dami Mas, Exxon Mobile.

"Dan tentunya Kampus tempat anak-anak kami dididik dikampus terbaik vokasi sawit melalui Beasiswa BPDPKS seperti AKPY Stiper Jogja, Politeknik Sawit CWE Jawa Barat, STIPAP Medan, Politeknik Sawit Kampat Riau, dan Institut Teknologi Sains Bandung," jelasnya.

Kemudian, Dr. Purwadi, selaku Dewan Pembina DPP Apkasindo, mengungkapkan rasa bangganya atas suksesnya Apkasindo menggiring perhatian dunia betapa seksinya sawit Indonesia dikancah perekonomian dunia. 

"Saya sangat mengapresiasinya, khususnya setelah Apkasindo aktif di organisasi internasional  yaitu persatuan negara-negara penghasil sawit, CPOPC. Saat ini Apkasindo sudah menjadi rujukan nasional dan internasional disektor perkebunan sawit, selamat naik kelas," ujar pemerhati sawit itu melalui sambungan teleponnya.

 

Editor : Sany Panjaitan

Berita Terkait