Arif Sebut Infrastruktur di KITB Belum Memadai, Alfedri: Bantuan Pusat Sudah Mulai Pak!

Pekanbaru, katakabar.com - Calon Bupati Siak nomor urut 03, Said Arif Fadillah mengatakan untuk menarik investor ke Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB) dibutuhkan infrastruktur yang memadai.

Arif menyebut, saat ini, jalan, listrik hingga air bersih sangat dibutuhkan di kawasan yang terletak di Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Riau itu.

"Butuh infrastruktur baik ke sana. Sebab saat ini tidak baik. Apalagi jalan, sangat hancur. Begitu juga soal listrik dan air, harus segera diperhatikan," kata Arif saat debat publik Pilkada Siak 2020 di salah satu hotel di Kota Pekanbaru, Senin (30/11) malam.

Agar hal itu cepat terealisasi, lanjut Arif, perlu sinkronisasi antara pemerintah provinsi dengan kabupaten. 

"KITB itu kan proyek strategis nasional. Jika Pemkab sinkron dengan Pemprov, maka cepat terselesai. Pemprov akan menjembatani ke pusat," kata dia.

Menanggapi hal itu, Calon Bupati petahana nomor urut 02, Alfedri mengatakan bahwa pemerintah pusat telah membangun sejumlah infrastruktur untuk menunjang kemajuan KITB. 

"Jalan, tahun ini mulai dibangun. Proyeknya senilai Rp147 miliar dan sudah di lelang. Sementara jaringan air bersih, Insya Allah, tahun depan mulai dibangun. Begitu pula dengan listrik. Dishub tengah berupaya, dan Insya Allah, tahun depan jaringan listrik masuk ke kawasan pelabuhan. Arusnya sudah ada. Namun harus ada penambahan gardu," ujar Alfedri.

Bahkan, lanjut Alfedri, dalam waktu dekat ini Kementrian Perhubungan RI akan menerapkan layanan kapal dan barang berbasis online Inaportnet di Pelabuhan Tanjung Buton.

Diterapkannya Inaportnet tersebut untuk menciptakan pelayanan kapal dan barang yang lebih cepat, valid dan transparan.

"Sudah 33 pelabuhan di Indonesia menerapkan sistem ini. Tahun ini, menyusul 25 pelabuhan lagi. Satu di antaranya, Pelabuhan Tanjung Buton," kata dia.

Dengan adanya sistem itu akan mempermudah segala pelayanan di kawasan pelabuhan. Mulai dari pengurusan perizinan kapal, bongkar muat, hingga pengurusan pembayaran.

"Sekarang kan dilakukan secara manual. Seluruh pengguna jasa harus datang ke KSOP jika mengurus izin. Tapi, jika nanti sudah menggunakan sistem Inaportnet, dimana saja bisa dilakukan dengan mengunakan aplikasi berbasis android," kata Alfedri.
 

Editor : Sahril

Berita Terkait