Asa Encik Nurlela Jadi Juara Lomba Perpustakaan Tingkat Riau

Pinggir, katakabar.com - Balai Pungut, desa tertua di Duri, Kecamatan Pinggir sebelumnya masuk ke dalam wilayah Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis.

Desa yang dinakhodai Muhammad Asisi rada beda Tahun 2020 ini, bila dibandingkan dengan tahun tahun sebelumnya.

Lantaran desa tua yang terletak sebelah Barat Daya 'Kota Duri' jadi pembicaaraan banyak orang di pekan pertama Juli 2020.

Siapa sangka Perpustakaan desa tua bernama Encik Nurlela Datu Bujang Sayang mewakili Kabupaten Bengkalis di lomba Perpustakaan tingkat Provinsi Riau tahun ini.

Untuk melihat sejauh mana persiapan dan kesiapan Perpustakaan Encik Nurlela Datuk Bujang Sayang, Desa Balai Pungut, Kecamatan Pinggir. Pelaksana Harian (Plh) Bupati Bengkalis, Bustami HY sambangi perpustakaan dua hari lalu.

Suami Akna Juita tidak sendirian, Ia didampingi Kepala Perpustakaan dan Kearsipan Daerah, Suwarto dan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, H Yuhelmi dan Kepala Dinas Pendidikan, Edi Sakura.

Dari pengecekan dan penjelasan langsung Kepala Desa Balai Pungut dan pengelola, Bustami merasa Perpustakaan Encik Nurlela Bujang Sayang sudah punya standar sebagai peraih juara.

“Kami sangat bangga terhadap Kepala Desa, jajaran, pengelola dan seluruh masyarakat Desa Balai Pungut yang sudah menyiapkan secara bersama-sama perpustakaan desa."

Harapannya dari keyakinan dan kunjungan kali ini, Perpustakaan  Encik Nurlela nantinya keluar sebagai pemenang di lomba perpustakaan tingkat Provinsi Riau,” ujar Plh Bupati Bengkalis.

Kata Sekdakab Bengkalis ini, tujuan didirikan perpustakaan bukan semata untuk mengikuti lomba, tapi harus menjadi tempat masyarakat untuk menambah wawasan.

"Buku adalah jendela dunia, perpustakaan harus menjadi tempat masyarakat untuk mengetahui berbagai ilmu dan informasi," imbaunya.

Saat itu, Plh Bupati Bengkalis mencoba sistem layanan Perpustakaan Encik Nurlela dalam mencari buku-buku yang tersedia lewat akses digital serta mencoba alat barcode scanner buku yang jika dipinjam masyarakat, sehingga pendataannya lebih akurat.

Sementara itu, berdasarkan paparan singkat dari Kepala Desa, dikisahkan

Kenapa perpustakaan dinamai Encik Nurlela, lantaran Encik Nurlela tokoh wanita yang berupaya memberantas buta aksara di Balai Pungut. Itu sebabnya namanya diabadikan menjadi nama perpustakaan.

"Encik Nurlela seorang istri Penghulu Balai Pungut bernama Lebar, yang menjabat sekitar 30 tahun lampau," cerita Asisi.

Editor : Sahdan

Berita Terkait