Asa Menembus Pasar Timur Tengah

  • Reporter:
  • 15 Januari 2020, 10:15:55 WIB
  • Internasional

Abu Dhabi, katakabar.com – Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Agus Suparmato bakal sodok produk Indonesia fokusnya, keragaman dan keunikan produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) bisa menembus pasar Timur Tengah, khususnya Uni Emirat Arab. 

"Pengusaha Indonesia mudah mudahan lebih mendapat kesempatan untuk memenuhi pasar Timur Tengah, khususnya UEA," ujar Agus saat mengunjungi retail modern Lulu Hypermarket di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA) lewat siaran persnya, seperti dilansir dari Situs Resmi Kemendag RI.

Kata Mendag RI, peran Lulu Hypermart sangat strategis dalam membantu Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Indonesia memasuki pasar UEA. 

Harapannya, fasilitasi dan bantuan dari Lulu Hypermarket agar mereka bisa memenuhi persyaratan pasar di UAE.

"Lulu Hypermarket dapat memberikan bimbingan teknis dan promosi bagi pelaku usaha Indonesia khususnya UMKM," imbaunya. 

Menurutnya, perlu informasi detail terkait kebutuhan produk di pasar UAE termasuk pelabelan, kemasan, distribusi dan segmentasi pasar."

Lulu Hypermarket saat ini sudah punya 185 toko retail dan 23 pusat perbelanjaan yang tersebar di UAE, India, Arab Saudi, Bahrain, Kuwait, Oman, Mesir, Malaysia dan Indonesia. 

Di Indonesia, Lulu Hypermarket sudah membuka cabang di Cakung Jakarta Timur pada 2016 silam dan di BSD City Tangerang pada September 2017 lalu. Perusahaan ini berencana mengembangkan cabangnya lagi di Indonesia pada awal 2020 ini, persisnya di daerah Cinere Mall Depok dan Sentul Bogor.

"Kita meminta Lulu Hypermarket dapat memasok lebih banyak produk-produk Indonesia untuk dipasarkan di seluruh retailnya," tukas Agus.

Pada kunjungan itu, Mendag RI diterima langsung oleh Ketua dan Direktur Pelaksana (CMD) Lulu Group 

International (LGI), Yusuff Ali. Pihak Lulu sepakat untuk mendatangkan lebih banyak produk Indonesia untuk dipasarkan di seluruh retail Lulu Hypermarket.

Sekedar diketahui, Kemendag melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional sudah meneken nota kesepahaman (MoU) dengan LGI di sela gelaran Trade Expo Indonesia 2018 lalu.

"MoU harapannya dapat menfasilitasi dan membantu kemudahan akses pasar produk Indonesia untuk masuk ke pasar internasional khususnya, Timur Tengah dan UEA lewat Lulu Hypermarket," kata Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Dody Edward.

ADSW di Buka

Di hari yang sama, Mendag RI hadir di pembukaan Abu Dhabi Sustainability Weeks (ADSW), di Abu Dhabi. 

Mendag RI mendampingi Presiden Joko Widodo yang mendapat kehormatan memberikan sambutan pada acara itu. 

"Pembangunan bagi negara berkembang merupakan hal yang harus didukung. Di saat yang sama, planet bumi mesti dijaga kelestariannya."

Untuk itu, dibutuhkan paradigma baru, transformasi dari ketahanan energi 

menjadi energi yang berkelanjutan. Kepada peserta Timur Tengah berinvestasi di Indonesia dalam pengembangan energi baru dan terbarukan, ujar Presiden RI, Jokowi.

UAE kata Preseiden RI, negara tujuan ekspor ke 21 dan negara asal impor ke 16 bagi Indonesia. Total perdagangan Indonesia-UAE mencapai USD3,3 Miliar dari Januari--November 2019 lalu. 

Komoditas ekspor utama Indonesia ke UAE antara lain minyak kelapa sawit dan turunnannya, kendaraan bermotor, korundum buatan, kain anyaman sintetis dari benang filamen dan perhiasan. 

Soal impor Indonesia dari UAE meliputi, minyak dan gas bumi, produk baja paduan setengah jadi, aluminium, selang, pipa.dan kelengkapannya.

Pada 2018, investasi UAE di Indonesia tercatat sebesar USD69,9 Huta dengan jumlah 63 proyek. 

Sektor utama investasi UAE itu sektor tanaman pangan, perkebunan, peternakan, industri kimia dan farmasi, industri makanan, industri logam, listrik gas dan air, perdagangan dan reparasi serta hotel dan restoran, sebutnya.

 

 

Editor : Sahdan

Berita Terkait