Awal 2021, Kejari Pelalawan Tancap Gas Penjarakan Bendahara Desa Sungai Solok

Pelalawan, katakabar.com - Masih di awal Tahun 2021, Kajaksaan Negeri (Kejari) Pelalawan lewat Tindak Pidana khusus sudah tancap gas kasus tindak korupsi (Tipikor) wilayah hukum Kabupaten Pelalawan.

Kasus perdana di awal bulan Tahun 2021, Pidsus Pelalawan eksekusi seorang perempuan bernama Nurweli dugaan tindak pidana korupsi berjamaah. Total kerugian negara Rp1,4 miliar lebih yang menjerat bendahara Desa Sungai Solok , Kecamatan Kuala Kampar, dengan status terpidana

Sebelumnya, mantan Kepala Desa Sungai Solok, Abdul Haris terbukti bersalah tersandung aliran dana APBDes Tahun anggaran 2017 hingga 2018 lalu.

"Eksekusi tersebut dilakukan pada Senin (11/1) kemarin di kantor Kejari Pelalawan. datang memenuhi panggilan jaksa, terus dibawa ke Lembaga Pemasyarakatan (LP) wanita kelas II A di Pekanbaru. Tapi lebih dulu menjalani pemeriksaan kesehatan dan rapid tes antigen dengan hasil negatif, dan digiring ke mobil yang sudah disiapkan jaksa ," ujar Kajari Pelalawan, Nophy T Suoth, lewat Kasi Pidsus, Andre Antonius, kepada katakabar.com, Selasa (12/1).

Kata Andre, pihaknya melakukan eksekusi terhadap terdakwa Nurweli berdasarkan petikan putusan 2966 k/pid.sus/2020.

"Putusan diterima pada 30 Desember 2020, terkait dengan amar putusan, mengabulkan permohonan kasasi dari pemohon kasasi atau Jaksa Penuntut Umum (JPU) Pelalawan. Terdakwa Nurweli terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi yang dilakukan secara bersama-sama," jelasnya.

Pasal yang menjerat terdakwa, pasal 3 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi junto Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHPidana, selama tiga tahun dan denda sebesar Rp50 juta, subsider tiga bulan.

Pengadilan Tipikor pada 30 Juli 2020 sempat memvonis bebas terdakwa. Pihaknya melayangkan kasasi ke Mahkamah Agung (MA). Dan khirnya, putusan kasasi tersebut, pada 30 Desember 2020 turun menyatakan terdakwa terbukti bersalah dan ditahan LP.

"Ril kerugian keuangan negara sebesar Rp1.440.752.698,21 selama dua tahun anggaran. Terpida Nurweli terlibat turut serta melakukan tindak pidana korupsi," sebutnya.

Editor : Sahdan

Berita Terkait