Balita Ini Meninggal Diduga Dianiaya Ketahuan di IG RSUD Bengkalis

Bengkalis, katakabar.com - Anak perempuan itu umurnya masih Bawah Lima Tahun (Balita), lantaran umurnya baru menginjak 2 tahun. Balita ini bernama CM, lahir di Tebing tinggi, pada 4 September 2018 lalu, warga Jalan KabupatenTebing Tinggi, Sumatera Utara, belakangan diketahui disinyalir jadi korban penganiayaan sebelum meninggal dunia, ketahuannya saat berobat di ruang IG Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bengkalis, di pulau seberang.

Kepala Kepolisian Resor Kabupaten Bengkalis, AKBP Hendra Gunawan kepada wartawa saat jumpa pers yang digelar Halaman Mapolres Bengkalis, Jalan Pertanian Desa Senggoro, Kecamatan Bengkalis Kabupaten Bengkalis, pada Jumat (30/4) sekitar pukul 11.00 WIB menjelaskan, peristiwa dugaan tindak pidana kekerasan terhadap anak di bawah umur terungkap, pada Minggu (25/4) sekitar pukul 03.47 WIB, orang tua korban YI yang ditemani seorang laki laki dewasa inisial RH, antarkan putrinya, CM tersebut ke IGD RSUD Bengkalis, sebab keluhan sesak nafas.

Setelah dilakukan pengecekan fisik oleh dokter piket IGD RSUD terhadap putrinya tersebut, terdapat beberapa kejanggalan pada tubuh pasien, CM. Dokter bertanya, apa yang terjadi pada tubuh pasien, kok banyak luka lebam di sekujur tubuhnya? RH menjawab, dokter korban terjatuh di dalam rumah.

Terus dokter spesialis anak bertanya kepada orang tua korban tersebut. Kenapa di kedua sisi leher korban memar? Masih RH jawab, "ibu jangan menuduh saya mencederai atau menganiaya anak ini".

Sekitar pukul 12.20 WIB, korban Inisial CM meninggal di RSUD Bengkalis. Melihat kejanggalan pada korban, akhirnya pihak RSUD Bengkalis berkoordinasi dengan Dinas Perlindungan perempuan dan anak dan selanjutnya Dinas perlindungan perempuan dan Anak Kabupaten Bengkalis melihat korban di RSUD Bengkalis.

Melihat kondisi korban yang tidak sadarkan diri yg akhirnya meninggal dunia.
Pada Senin (26/4) membuat laporan ke Polres Bengkalis guna diusut lebih lanjut, ujar Kapolres Bengkalis.

Dijelaskan AKBP Hendra, pelaku bakal dijerat Pasal 80 Ayat (3) dan (4), Jo Pasal 76C Undang - Undang RI Nomor 17 Thun 2016 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang - Undang Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang - Undang RI Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak menjadi Undang - Undang.

Isi Pasal 80 tersebut, "setiap orang yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 76c". Sementara, pasal 76C menyebutkan, "setiap otang dilarang menempatkan, membiarkan, melakukan, menyuruh melakukan atau turut serta melakukan kekerasan terhadap anak"

Ayat 3 pasal 76C isinya, mengakibatkan anak tersebut mati dipidana penjara 15 tahun, jelasnya.

Untuk barang bukti yang diamankan, berupa pakaian korban pada saat dibawa visum ke RSUD, kain sprai yang ada bekas darah, pempers mamy Poko yang ada diduga ada noda darah, selang minyak warna bening dengan ukuran panjang kurang lebih 60 centimeter, tiga buah botol aqua bekas yang berisi alkhol jenis Samsu, celana pendek korban merah, dan baju balita putih bermotif, tambahnya.

Editor : Sahdan

Berita Terkait