Banjir Hantam Satu Jembatan Penghubung Rusak Berat di Buru

Maluku, katakabar.com - Bencana banjir yang melanda Kabupaten Buru, Provinsi Maluku yang terjadi pada Kamis (26/9) sekitar pukul 17.00 waktu setempat kemarin membuat satu jembatan penghubung antar dua desa rusak berat.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan dinas terkait di Kabupaten Buru sudah kroscek kerusakan dan berupaya lakukan perbaikan darurat.

Lepas banjir melanda, Sekretaris Daerah Kabupaten Buru segera meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, untuk melakukan perbaikan jembatan.

"Infrastruktur yang mengalami rusak berat tersebut penghubung antara Desa Waelana dan Desa Persiapan Silewa."

Hujan dengan intensitas tinggi picu meluapnya debit air Sungai Waegeren dan  arus sungai yang deras. Berdasarkan kaji cepat, BPBD Kabupaten Buru merekomendasikan untuk melakukan normalisasi sungai ini.

Banjir dengan ketinggian muka air mencapai 70 centimeter itu melanda lima desa yang tersebar di dua kecamatan, meliputi Kecamatan Fena Leisela dan Lolong Guba. Kelima desa tersebut antara lain Desa Waelana Lana, Persiapan Silewa dan Wamana Baru di Kecamatan Fena Leisela, serta Desa Waegeren dan Wabolen di Kecamatan Lolongguba.

BPBD melaporkan sebanyak 237 Kepala Keluarga (KK) mengungsi ke tempat aman, seperti balai kantor desa Wamana dan musola setempat. Petugas BPBD membantu warga mengungsi dengan perahu karet menuju titik aman. Selain berdampak pada warga, banjir  merendam 364 unit rumah, pipa saluran air rusak dan merendam 6 kendaraan warga.

"Pihaknya masih melakukan pemutakhiran data di lapangan."

Pemerintah daerah lewat BPBD Kabupaten Buru telah melakukan koordinasi dengan perangkat desa setempat maupun Babinsa dan Bhabinkamtibmas di Kecamatan Fena Leisela dan Lolong Guba.

Tidak cum berkoordinasi, BPBD Kabupaten Buru telah menyalurkan bantuan logistik berupa beras 500 kiligtam dan mie instan 50 dos ke warga terdampak di Desa Waelana Lana dan Persiapan Silewa.

Begitu pun pendistribusian logistik serupa, beras 250 kilogram dan mie instan 70 dos, ke Desa Wamana Baru. Sedangkan di Desa Waegeren, masyarakat menerima bantuan beras 150 kilogram dan mie instan 30 dos. Bantuan diberikan pula oleh Dinas Sosial Kabupaten Buru, terdiri dari beras 600 kilogram, selimut 25 buah dan terpal 9 buah, untuk Desa Wamana Baru.

Melihat prakiraan cuaca BMKG, wilayah Fena Leisela dan Lolong Guba masih berpeluang hujan ringan pada Jumat (17/9) dan Sabtu (18/9). Pantauan inaRISK, sebanyak 10 kecamatan memiliki potensi bahaya banjir dengan kategori sedang hingga tinggi. Kedua kecamatan terdampak termasuk dalam wilayah dengan potensi tersebut. Tak cuma berpotensi banjir, Kecamatan Fena Leisela dan Lolong Guba berpotensi bahaya tanah longsor dengan kategori serupa.

Menyikapi musim hujan yang sudah berlangsung di September 2021, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan siap siaga terhadap potensi bahaya hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor dan angin kencang. Kesiapsiagaan dan kerja sama antar masyarakat di kawasan hulu dan hilir sangat membantu dalam menginformasikan kondisi curah hujan atau pun kondisi tanah teridentifikasi mengalami keretakan atau tidak.



Sumber: Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari.

Editor : Sahdan

Berita Terkait