Bantah Trump, WHO Sebut Virus Corona Muncul Alamiah Bukan dari Lab di Wuhan

Katakabar.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Jumat mengatakan virus corona muncul secara alamiah, setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim memiliki bukti virus berasal dari sebuah laboratorium China.

Para ilmuwan meyakini virus mematikan itu menular dari binatang ke manusia, muncul pertama kali di China tahun lalu, kemungkinan dari sebuah pasar di Wuhan yang menjual hewan liar untuk dikonsumsi.

Pada Kamis, Trump mengklaim telah melihat bukti bahwa Institut Virologi Wuhan adalah sumber wabah, kendati dia menolak memberikan rincian informasi.

Ditanya soal klaim Trump tersebut saat konferensi pers virtual, Kepala Kedaruratan WHO, Michael Ryan menekankan pihaknya telah sering mendengar sejumlah ilmuwan terkait rentetan kemunculan virus tersebut.

"Kami yakin asal virus ini alamiah," ujarnya, dilansir dari Times of Israel, Sabtu (2/5).

Sebelumnya pada Jumat WHO mengatakan ingin diundang untuk ambil bagian dalam penyelidikan China terkait asal muasal pandemi ini, yang telah membunuh 230.000 orang di seluruh dunia.

"Yang penting adalah kita menetapkan pembawa alamiah untuk virus ini," jelas Ryan, menekankan perlunya memahami bagaimana penghalang spesies hewan-manusia dilanggar.

"Dan tujuan dari pemahaman itu adalah agar kita dapat menerapkan tindakan pencegahan dan kesehatan masyarakat yang diperlukan untuk mencegah hal itu terjadi lagi di mana saja," lanjutnya.

Bantah Berpihak Pada China

Sementara itu, Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus pada Jumat kembali membantah kritik yang dilontarkan terhadap organisasinya, khususnya oleh Trump, yang menunda pendanaan setelah menuduh badan PBB itu meremehkan keseriusan wabah dan berpihak pada China.

Tedros mengatakan WHO telah menyuarakan tingkat siaga tertinggi dengan menyatakan Covid-19 merupakan "darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional" pada 30 Januari, ketika belum ada kasus kematian dan hanya 82 kasus yang tercatat di luar China.

"Kami tidak membuang waktu," katanya dalam jumpa pers Jumat.

"Dunia punya cukup waktu untuk terlibat."

Komentarnya muncul setelah komite darurat WHO bertemu untuk pertama kalinya sejak mengeluarkan deklarasi tiga bulan lalu.

"Tentu saja, pandemi tetap menjadi darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional," kata Tedros setelah menerima rekomendasi dari komite, yang terdiri dari 19 ahli independen.

Sambil mempertahankan tingkat siaga global, para ahli membuat berbagai rekomendasi umum tentang bagaimana WHO dan negara-negara harus menyesuaikan respons mereka terhadap pandemi.

Di antaranya menyerukan kerja sama yang luas untuk "mengidentifikasi sumber virus zoonosis dan rute pengenalan ke populasi manusia." Merdeka.com

 

Editor : Sany Panjaitan

Berita Terkait