Banyak Bawaan, Barang Jamaah Haji Melebihi Batas

  • Reporter:
  • 28 Agustus 2018, 11:27:46 WIB
  • Internasional

MEKKAH (katakabar) - Jamaah haji hanya di perbolehkan membawa barang bawaan dalam koper seberat 32 kg saat naik pesawat ke Tanah Air. Sementara itu, barang bawaan di tas jinjing maksimal 8 kg.

Setiap jamaah total hanya diperbolehkan membawa barang 40 kg. Sesuai ketentuan, koper dimasukkan ke dalam bagasi, sementara tas jinjing dibawa jamaah masuk ke dalam pesawat. 

 

Untuk barang yang ditempatkan di koper tidak ada masalah, karena Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Sau di melakukan penimbangan koper di hotel tempat tinggal jamaah, sebelum pemulangan. Sementara itu, yang menjadi persoalan adalah jamaah membawa barang tentengan di tas jinjing.

Kondisi itulah yang menyebabkan petugas Bandara King Abdul Aziz, Jeddah merazia barang-barang tersebut. Akibatnya, banyak jamaah yang harus merelakan barang tentengannya dirazia petugas. Pemandangan itu terlihat pada hari pertama pemulangan jamaah di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, kemarin. 

Barang tentengan jamaah tersebut tertahan sesaat sebelum jamaah didorong ke gerbang keberangkatan dari plaza Bandara Jeddah. Akibatnya, banyak jamaah diminta membongkar tas keresek atau ransel tambahan dan memasukkan barang seperlunya ke koper jinjing. Barang-barang, makanan, dan minuman jamaah tampak berserakan di lantai bandara.

 

Puluhan botol air Zamzam juga harus ditinggal sesuai ketentuan larangan membawa benda cair berlebih dalam penerbangan. Sebagian jamaah juga tampak harus menenteng dengan tangan kosong sebagian oleh-oleh yang tak boleh dibawa dengan tas tambahan. 

“Ini mainan untuk tiga cucu saya di kampung,” kata Nok Sumartoni, 55, jamaah asal Sumedang, Jawa Barat. Di tangannya, tampak sebuah boneka anak perempuan dan satu mainan helikopter radio kontrol. Ubaidillah, pelaksana seksi perlindungan jamaah Daker Bandara PPIH Arab Saudi mengatakan, petugas sudah memberikan imbauan sejak jamaah masih di pemondokan.

“Jamaah sudah diingatkan untuk tak membawa barang bawaan tambahan sebelumnya, tapi ternyata masih banyak yang tak mematuhi,” katanya. Dia mengatakan, barang-barang tercecer tersebut akan disisir petugas Indonesia dan didata semisal ada temuan barang-barang berharga. 

Temuan itu nantinya dikumpulkan dan diserahkan ke Daker Bandara untuk diinventarisasi. Petugas di Bandara Jeddah harus lebih cepat ketimbang petugas kebersihan bandara yang bertugas membersihkan barang tercecer jamaah.

Chief Leader Saudi Arabian Airlines di Bandara King Abdul Aziz, M Yusuf Sunardi, mengatakan jamaah hanya boleh membawa koper bagasi seberat 32 kg yang diangkut pihak kargo dari hotel di Mekkah. Sedangkan untuk dibawa ke pesawat, mereka hanya diperbolehkan membawa tas jinjing seberat 8 kg dan tas kecil berisi paspor dan surat berharga. 

Selain itu, air zamzam juga tak boleh dibawa jamaah di koper bagasi karena membaha yakan penerbangan. Jika terjadi kebocoran di bagasi, air bisa membuat korsleting sistem kelistrikan mesin pesawat. Karena itu, pihak maskapai akan membagikan zamzam ke jamaah di debarkasi di Tanah Air.

“Kami yang juga bertugas mengangkut jamaah ke Tanah Air sudah berlapis pengaman annya,” kata Yusuf. Sejumlah jamaah tampak keberatan saat barang mereka harus ditinggal. 

“Lha dari haji kalau bukan zamzam, apa lagi oleh-olehnya?” kata Murniyati, 65, jamaah asal Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Dia harus merelakan satu jeriken dan dua botol air mineral zamzam yang sudah dibungkus dengan lakban. 

Sementara itu, Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin mengatakan jamaah memang dilarang membawa air zam zam ke dalam pesawat. Aturan tersebut ditetapkan untuk keselamatan dan kenyamanan bersama.

“Setiap jamaah kami minta tidak membawa air zam-zam dari sini (Arab Sau di), pasti akan disita karena bisa mengganggu banyak hal,” katanya. Menag mengatakan, pemerintah Indonesia dan Kerajaan Arab Saudi telah bekerja sama untuk memenuhi kebutuhan air zamzam jamaah haji. 

Nantinya, setiap jamaah akan menerima jatah air zamzam sebanyak 5 liter. “Air zamzam itu akan dibagikan setelah jamaah tiba di Tanah Air,” katanya.

Direktur Bina Haji Kementerian Agama (Kemenag) Khoirizi H Dasir memahami kalau air zamzam merupakan salah satu oleh-oleh yang paling diminati jamaah haji sepulang dari Tanah Suci. Namun, dia mengimbau para jamaah mematuhi aturan yang telah ditetapkan, karena hal ini terkait dengan keselamatan dalam penerbangan.

Editor :

Berita Terkait