Baru Bebas, 22 Napi Asimilasi Balik Lagi ke Penjara

Pekanbaru, katakabar.com - Kepolisian Daerah Riau menyatakan sebanyak 22 narapidana yang dibebaskan melalui program asimilasi kembali ditangkap karena terlibat dalam berbagai tindak pidana.

Kepala Bidang Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto di Pekanbaru, Minggu mengatakan tiga Napi terlibat pencurian dengan kekerasan (Curas), 11 terlibat kasus pencurian dengan pemberatan (Curat) dan penggelapan 1 orang. Selanjutnya satu narapidana ditangkap karena menyimpan sepucuk senjata api ilegal.

"Kemudian ada yang terlibat pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) itu lima orang serta yang ditangkap karena melakukan perlawanan terhadap pejabat berwenang satu orang," ujarnya.

Kasus teranyar, jajaran Kepolisian Resor Kota Pekanbaru menangkap seorang pria berinisial MGP alias Gusti (21). Meski baru saja keluar dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), pada 4 Juni 2020, berkat program asimilasi, dia ternyata telah beraksi di lebih dari lima tempat kejadian perkara.

Untuk napi asimilisasi yang kembali berulah ini, Sunarto mengatakan mereka diserahkan kembali ke Lapas guna meneruskan masa tahanan sebelumnya. Kendati begitu, untuk perkara barunya tetap diproses oleh Polri.

Berdasarkan catatan dari Mabes Polri, sejak program pembebasan warga binaan berjalan, Riau menduduki peringkat 5 besar yang jumlah napi asimilasinya kembali ditangkap.

Program asimilasi sendiri merupakan program Kemenkumham sesuai dengan Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 10 Tahun 2020 yang sudah diterbitkan. Isinya terkait tentang Pengeluaran dan Pembebasan Narapidana dan Anak Melalui Asimilasi dan Integrasi dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Covid-19.

Editor : Anggi

Berita Terkait