Bawa Sabu 2 Kg dari Riau ke Lampung, DW Ditangkap BNN

Pekanbaru, katakabar.com - DW yang merupakan warga Kecataman Tenayan Raya, Pekanbaru, harus berurusan dengan pihak Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Riau. Lantaran Ia kedapatan membawa 2 kilogram sabu melalui Riau menuju Bandar Lampung.

DW yang juga merupakan mantan narapidana itu, dinyatakan bagian dari jaringan antar provinsi oleh BNNP Riau. Pasalnya Ia akan mengantar narkoba itu dari Pekanbaru menuju Bandar Lampung.

"Pelaku berhasil kita tangkap pada 14 Agustus 2020 kemarin di sebuah Pom bensin yang berada di jalan Lintas Sumatera di dalam sebuah angkutan travel," ujar Plt Kabid Pemberantasan BNNP Riau, Kompol Khodirin, Sabtu (15/8).

Terbongkarnya upaya penyelundupan narkoba ini, diceritakan Khodirin berawal dari informasi masyarakat yang diterima oleh pihaknya. Mendapatkan informasi itu, lantas BNNP Riau mengutus tim untuk melakukan penyelidikan.

"Kita langsung lakukan penyelidikan dan berhasil mendapatkan titik terang. Bahwa akan ada narkoba jenis sabu yang akan diantar oleh mantan narapidana yang baru saja keluar dari Lapas menggunakan angkutan travel," katanya.

Lanjutnya, setelah mengantongi identitas pelaku, tim akhirnya melakukan pengintaian dan berhasil mengetahui tempat tinggal pelaku yakni di wilayah Kecamatan Tenayan Raya Pekanbaru.

"Pelaku kemudian menjadi target kita, dan pada 14 Agustus 2020 sekitar pukul 20.00 wib, pelaku menaiki travel dengan tujuan Bandar Lampung. Kita lakukan pengejaran dan langsung melakukan penggeledahan saat travel tersebut melakukan pengisian bahan bakar di pom bensin yang ada di jalan lintas Sumatera KM 15," paparnya.

Dari penggeledahan itu, petugas berhasil menemukan sebuah kotak sepatu yang didalamnya terdapat 2 kilogram diduga narkotika jenis sabu.

"Kita temukan sabu seberat 2 kilogram yang dibawa tersangka yang berada tepat di samping sopir travel. Narkoba itu dikemas dengan bungkusan teh berwarna hijau dengan tulisan aksara China. Saat ini tersangka dan barang bukti telah kita bawa ke BNNP Riau untuk pemeriksaan lebih lanjut," tandasnya

 

Editor : Sany Panjaitan

Berita Terkait