Belajar Dari California yang Berhasil Tekan Korban Corona

Katakabar.com - Langkah-langkah tegas dan cepat yang diterapkan di California, Amerika Serikat tampaknya berhasil mengurangi penumpukan pasien di rumah sakit dan kematian massal akibat virus Corona.

California merupakan salah satu negara bagian AS yang paling awal melaporkan kasus virus Corona. Negara bagian itu telah memberlakukan lockdown (penguncian) selama hampir empat pekan. Selama masa itu, jumlah kasus dan angka kematian di California dengan cepat dikalahkan oleh negara-negara bagian AS lainnya.

"Dari data, tampaknya sangat jelas bahwa mitigasi dini membuat perbedaan dalam hal bagaimana kita bisa menghentikan penyebaran virus ini," kata Anne Rimoin, profesor kesehatan publik di University of California, Los Angeles.

"California benar-benar berada di depan dibanding banyak lainnya, yang menerapkan peraturan dan undang-undang untuk membuat orang-orang lebih aman di rumah, mempromosikan jarak sosial, menutup konser, menutup acara-acara besar, dan mendorong orang untuk mengenakan masker kain," imbuhnya seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (15/4/2020).

"Dan semua hal ini bersama-sama, membuat perbedaan yang sangat besar," tuturnya.

Di California-lah, kasus 'penularan komunitas' pertama AS dilaporkan pada akhir Februari lalu. Pada 19 Maret, ketika Gubernur Gavin Newsom memerintahkan seluruh warganya yang berjumlah sekitar 40 juta jiwa untuk tetap di rumah, negara bagian itu baru mencatat sekitar seribu kasus positif Corona dan 19 kematian. Jutaan orang di wilayah San Francisco -- wilayah California yang saat itu paling terdampak Corona -- telah berada di bawah lockdown tiga hari sebelumnya.

Di waktu yang sama, New York telah mencatat lebih dari 5 ribu kasus, namun otoritas negara bagian itu masih menunggu hari berikutnya untuk membatasi pergerakan warga.

Sejak itu, pandemi Corona meledak di New York dengan lebih dari 10 ribu kematian. Negara bagian itu kini menjadi pusat pandemi AS yang kondisinya mengenaskan, dengan rumah sakit kewalahan menghadapi membludaknya pasien dan banyaknya korban jiwa. Bahkan banyak jasad yang akhirnya dikuburkan secara massal karena tak lagi bisa ditampung di kamar-kamar mayat dan rumah pemakaman.

"Begitu virus mulai menyebar, virus itu menyebar secara eksponensial. Jadi, bergerak dengan cepat, mematikan peluang orang-orang untuk berkerumun ... adalah hal terbaik yang bisa dilakukan," katanya.

Menurut data penghitungan yang dilakukan Universitas Johns Hopkins, di seluruh California, hingga kini ada lebih dari 25.500 kasus infeksi virus Corona, termasuk setidaknya 783 kematian.

Editor : Anggi

Berita Terkait