Ini Pesan Dari Pulau Seberang

Beli Beras Dibatasi Maksimal 20 Kilogram

Bengkalis, katakabar.com – Untuk pengendalian ketersedian bahan pokok, khusus beras pembelian dibatasi maksimal 20 kilogram sekali beli.

Begitu butir isi Surat Edaran (SE) Nomor 800/DAGPERIN-SET/III/2020/125 pada 23 Maret 2020 lalu, Pelaksana Harian Bupati Bengkalis H Bustami HY.

SE itu tentang Pengendalian Stabilitas Harga Dan Ketersediaan Bahan Pokok Masyarakat dalam upaya Pencegahan Menghadapi Covid-19, kepada Kepala Perangkat Daerah di Pemerintah Kabupaten Bengkalis.

Dan ditembuskan kepada Camat se Kabupaten Bengkalis tersebut, ditujukan kepada para pelaku usaha, toko moderen, toko tradisional, pedagang, serta seluruh masyarakat di daerah ini.

Dalam SE itu H Bustami HY menjelaskan, para pelaku usaha, toko moderen, toko tradisional dan pedagang di daerah ini harus membatasi jumlah penjualan Sembako.

Paling penting, tidak melakukan penjualan dalam jumlah besar, kecuali untuk mendukung program pemerintah dalam rangka penanggulangan kemiskinan.

“Pembatasan ini, untuk komoditas beras hanya diperkenankan setiap transaksi maksimal 20 kilogram. Gula pasir pembelian maksimal 2 kilogram dan minyak goring 3 kilogram untuk setiap kali transaksi,” tegas H Bustami HY dalam angka 3 SE.

Kepada pemilik apotek, Sekretaris Daerah Bengkalis ini meminta agar menyediakan dan menjual alat pelindung diri (ADP), seperti pembersih tangan (hand sanitizer), dan masker dengan harga yang normal, sehingga masyarakat mudah membeli dan mendapatkannya.

“Seluruh pedagang pasar, pelaku usaha, toko moderen dan toko tradisional, untuk tetap melakukan kegiatan usaha atau perdagangan seperti biasa dengan menerapkan standar kesehatan maksimun, antara lain dengan menyediakan fasilitas cuci tangan (hand sanitizer).

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Bengkalis, H Indra Gunawan, membenarkan adanya SE Plh Bupati Bengkalis itu.

“Benar, memang dari kita,” jelasnya singkat lewat selulernya, kemarin.

 

 

 

 

Editor : Sahdan

Berita Terkait