Beredar Sembako Bantuan Covid-19 Berfoto Erick Thohir For Presiden 2024

Katakabar.com - Deretan kardus sembako bertumpuk di suatu tempat. Dus itu berisi mie instan, minyak goreng, telur dan beras. Di sisi luar kardus, ada foto wajah Menteri BUMN Erick Thohir dengan tulisan for Presiden 2024.

Video tersebut beredar dan bikin heboh sejak Selasa (28/4) pagi. Bukan tanpa sebab, selain karena ada foto Erick Thohir, sembako itu juga bertuliskan untuk paket bantuan `1`Covid-19.

Tidak diketahui siapa yang membuat video tersebut. Namun dalam keterangan di kardus itu, ada tulisan IMF alias ‘Indonesia Milenial Fest’.

Sementara itu, Pengurus MilenialFest mengklarifikasi isu ‘Indonesia Milenial Fest (IMF)’ yang menyatakan mendorong Erick Thohir menjadi calon Presiden 2024.

Juru Bicara MilenialFest Ashadi menyatakan, MilenialFest tidak pernah melakukan jumpa pers terkait dukung-mendukung calon Presiden apalagi menjalankan aktivitas yang bentuknya politik praktis.

“Kami adalah sekumpulan anak muda, aktif sejak tahun 2017 dan keinginan kami adalah membantu anak-anak muda lain menggali wawasan dan mendapat inspirasi, entah itu dari sesama anak muda, dari para tokoh sukses, termasuk dari kalangan pemerintah.” katanya dalam siaran pers, Selasa (28/4).

“Kami tidak pernah mendukung figur tertentu. Publik bisa mengecek, di tahun 2018, kami undang Pak Sandi sepanggung dengan Pak ET, hadir juga Pak Ridwan Kamil dan Pak Bahlil. Tahun 2019, kami hadirkan Pak Fahri Hamzah, Pak Anies, hingga Pak Bima Arya. Dari segi komposisi narasumber, kami berupaya selalu berimbang. Yang jelas, mereka yang jadi narasumber pada conference punya suatu hal inspirasional untuk dibagi ”, ungkap Ashadi.

Lapor Polisi

Ashadi juga menyayangkan oknum yang mengatasnamakan IMF yang menggunakan atribut mirip MilenialFest untuk menyebarkan berita tentang pencalonan Presiden.

“Logonya seperti sengaja dimiripkan. Bahkan tema-tema warna yang digunakan juga seperti ada tendensi agar dipandang acara dan komunitasnya adalah MilenialFest. Awalnya kami sabar, tapi sudah saatnya angkat bicara agar tidak ada lagi misinformasi,” kata dia lagi.

IMF tengah menyelidiki dalang pembuat video tersebut termasuk motif di dalamnya. Dia menilai, apabila ada pelanggaran hukum, maka pihaknya bakal melaporkan ke polisi.

“Apabila ada unsur-unsur hukum yang dilanggar maka kami akan mempertimbangkan untuk menempuh jalur hukum,” tutup Ashadi. Merdeka.com.

 

Editor : Sany Panjaitan

Berita Terkait