Bisakah Nyamuk Tularkan Covid-19 Usai Gigit Orang Terinfeksi ?

Katakabar.com - Sebuah penelitian baru menemukan, nyamuk tidak dapat menularkan virus SARS-CoV-2, yang menyebabkan penyakit mematikan Covid-19 kepada manusia.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Scientific Reports menemukan, virus tidak dapat mereplikasi dalam tiga jenis nyamuk yang umum dan karenanya tidak dapat ditularkan ke manusia bahkan walaupun nyamuk itu telah menggigit manusia yang terinfeksi.

"Kami telah menunjukkan bahwa bahkan dalam kondisi ekstrem, virus SARS-CoV-2 tidak dapat direplikasi pada nyamuk ini dan oleh karena itu tidak dapat ditularkan kepada orang-orang bahkan dalam kejadian yang tidak disangka nyamuk memakan inang viremic," demikian hasil penelitian tersebut, dilansir Alarabiya, Minggu (19/7).

Hasil ini mendukung pernyataan WHO yang menyatakan nyamuk tak bisa menularkan penyakit tersebut ke manusia.

"Sementara WHO secara definitif menyatakan bahwa nyamuk tidak dapat menularkan virus, penelitian kami adalah yang pertama memberikan data konklusif yang mendukung teori ini," jelas Stephen Higgs, salah satu peneliti dari Kansas State University di Amerika Serikat.

Satu teori untuk wabah pandemi global adalah bahwa virus melompat dari kelelawar yang terinfeksi ke manusia di pasar basah di Wuhan, China.

Ada juga laporan tentang harimau, kucing, dan anjing yang tertular virus, tetapi kasus-kasus ini sangat minim mengingat meluasnya penyebaran virus di antara manusia.

Merdeka

 

Editor : Sany Panjaitan

Berita Terkait