BKSDA Sumbar Lepasliarkan Burung Elang Brontok di MJMP

Agam, katakabar.com - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia lewat Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat bersama dengan Kepolisian Resor Agam melepasliarkan dua ekor satwa langka dan dilindungi jenis burung Elang Brontok (Nisaetus cirrhatus) di kawasan ekosistem mangrove Jorong Muaro Putuih, Nagari Tiku V Jorong, Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, pada Rabu (8/9) lalu.

Pelepasliaran ditandai dengan pembukaan pintu kandang oleh Kapolres Agam dan Wali Nagari Tiku V Jorong, yang disaksikan tim BKSDA Sumbar, Kasatpolair Polres Agam beserta anggota, tokoh masyarakat dan warga sekitar.

“Saya mengimbau kepada warga masyarakat, bila menemukan dan punya satwa dilindungi bisa melaporkannya kepada BKSDA atau aparat kepolisian setempat, agar keberadaan satwa sebagai kekayaan keanekaragaman hayati tetap terjaga, “ kata Kapolres Agam, AKBP Dwi Nur Setiawan dalam sambutannya.

Diketahui sebelumnya dua ekor burung Elang Brontok itu ditemukan anggota Satpolair Polres Agam dalam kondisi tidak bisa terbang terapung di air di lokasi tidak jauh dari markas mereka di jorong Muaro Putuih Nagari Tiku V Jorong. Terus, kedua burung itu dirawat hingga pulih, dan Kasatpolair Polres Agam berkoordinasi dengan BKSDA serahkannya pada Senin (6/9) lalu.

Petugas BKSDA Sumbar yang menerima penyerahan tersebut, membawa dan mengevakuasi satwa ke kantor Resor KSDA Agam di Lubuk Basung untuk dilakukan observasi dan pemeriksaan kesehatan.

Dari hasil observasi dan pemeriksaan kesehatan dari dokter hewan dari Puskeswan Lubuk Basung. Kedua burung itu berjenis kelamin betina, berusia 2 hinggan3 tahun, tidak ditemukan luka, cacat ataupun bekas kekerasan fisik, masih bersifat liar dan agresif, serta sudah bisa terbang kembali.

Satu individu diketahui berada fase terang yang ditandai dengan bagian bawah tubuh bercorak vertikal dan bagian tubuh atas berada pada fase gelap dengan ditandai berubahnya warna menjadi coklat kehitaman.

Dari hasil observasi dan pemeriksaan kesehatan, satwa selanjutnya dilepaskan kembali tidak jauh dari lokasi ditemukan sebelumnya.

Wali Nagari Tiku V Jorong, Mardios sambut baik kedua burung Elang Brontok itu dilepasliarkan di tempat semula. Harapannya, satwa itu dapat hidup dan berkembang biak.

“Pemerintahan nagari bersama tokoh masyarakat dan warga setempat bakal ikut menjaga dan melestarikannya,” kata Mardios.

Kepala Balai KSDA Sumatera Barat, Ardi Andono memberikan apresiasi dan sampaikan terima kasih atas kepedulian para anggota Satpolair Polres Agam yang telah ikut menyelamatkan dan merawat burung langka dan dilindungi itu. Kepada Wali Nagari Tiku V Jorong beserta masyarakat setempat yang mau menerima kembali satwa itu untuk dilepaskan ditempat semula, serta ikut menjaga keberadaanya.

“Burung elang predator atau pemangsa bagi ular, monyet, tikus, kadal, biawak, ikan dan burung-burung lainnya sehingga satwa ini memiliki peranan penting dalam menjaga keseimbangan rantai makanan dan ekosistem,” jelas Ardi.

Keberadaan burung Elang Brontok dilindungi peraturan perundangan di Indonesia. Sesuai dengan Undang-undang Nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, setiap orang dilarang menangkap, melukai, membunuh, memiliki, menyimpan, memelihara, mengangkut dan memperniagakannya baik dalam keadaan hidup, mati ataupun bagian-bagian dari tubuh serta olahannya, tambahnya.



Sumber: Kepala Biro Hubungan Masyarakat, KLHK, Nunu Anugrah.

Editor : Sahdan

Berita Terkait